Kondom Diburu Warga Pacitan Jelang Tahun Baru 2024, Kesadaran Kontrasepsi Meningkat?

TIMESINDONESIA, PACITAN – Dalam menyambut perayaan Tahun Baru 2024, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan dalam penjualan kondom.
Masyarakat menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi terhadap penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi. Peningkatan terasa sepekan menjelang tahun baru, dengan lonjakan sekitar 50 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Advertisement
Karyawan Alfamart Jalan Panglima Sudirman Pacitan, Jangkar Sangupito (20), mengungkapkan, sepekan terakhir menjelang pergantian tahun ini ada peningkatan pembeli.
"Malam Jumat kemarin ada beberapa orang yang beli sekitar sepuluhan bungkus lebih. Sebelumnya hanya 3-4 bungkus kondom per hari," katanya, Minggu (31/12/2023).
Peningkatan ini diyakini terkait dengan rencana perayaan Tahun Baru, baik oleh wisatawan maupun warga lokal. Selain itu, kebutuhan pasangan untuk mengendalikan kehamilan juga turut menjadi faktor pendorong.
Di tempat lain, Karyawan Apotek Cuwik Farma, Sulis (30), mengatakan, untuk mengantisipasi peningkatan permintaan kondom menjelang malam Tahun Baru.
"Perkiraan saya akan ada peningkatan pembeli pada saat malam pergantian tahun nanti malam," ujarnya malu-malu.
Sulis menambahkan, permintaan kondom sejauh ini masih didominasi usia dewasa. Sedangkan, anak baru gede atau ABG nyaris tidak menunjukkan barang hidungnya.
"Mungkin yang ABG belinya via online, kan sekarang banyak. Prioritas pelayanan kami lebih kepada obat atau resep dari dokter," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pacitan, drg Nur Farida, menyebutkan, bahwa tahun 2023 ini terdapat peningkatan kasus HIV/AIDS sebanyak 28 orang pengidap.
Data Dinkes Pacitan, pertahun ada sekitar 20an orang yang terjangkit HIV/AIDS. Kasus ini justru didominasi oleh kelompok usia produktif.
"Sejak tahun 2011 sampai saat ini, 186 warga dinyatakan terjangkit HIV/AIDS, memang butuh tindakan preventif dan penanganan serius," ungkap Farida.
Penyebaran HIV/AIDS di Pacitan, lanjut dia, sebagian besar dipicu perilaku seksual berisiko, termasuk hubungan seksual gonta-ganti pasangan, hubungan seksual sesama jenis, juga penggunaan jarum suntik secara bergantian.
Perlu ditekankan bahwa penggunaan kondom seharusnya hanya diperuntukkan bagi pasangan yang sudah menikah.
Ini merupakan langkah pencegahan yang efektif terhadap kehamilan tidak diinginkan dan penularan penyakit menular seksual atau PMS.
Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sekaligus kehati-hatian dalam merayakan Tahun Baru. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Rizal Dani |