PMI Gresik Sediakan 22 Ribu Kantong Darah Selama 2023, Bakal Terus Ditingkatkan
Selama kurun waktu setahun terakhir pada 2023, Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik melayani dan menyediakan 22 ribu kantong darah untuk masyarakat. ...

GRESIK – Selama kurun waktu setahun terakhir pada 2023, Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik melayani dan menyediakan 22 ribu kantong darah untuk masyarakat.
Banyaknya kebutuhan darah tersebut membuat PMI Gresik terus berupaya menggandeng lembaga, komunitas serta masyarakat untuk meningkatkan donor darah.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI Gresik, dr Soni menyampaikan pihaknya mencukupi kebutuhan sebesar 22.852 kantong darah beserta komponennya selama tahun 2023.
Melihat angka tersebut, dr Soni menaruh harapan jika di tahun-tahun berikutnya dapat meningkatkan kualitas mutu.
"Dan jumlah darah untuk mencukupi pasien di wilayah Gresik maupun luar Kabupaten Gresik," katanya usai Musyawarah Kerja (Musker) PMI, Rabu (10/1/2024).
Sejalan dengan keinginan Bupati Gresik, PMI nanti akan membangun kolaborasi dengan semua pihak dalam melaksanakan berbagai macam program.
"Kita juga akan semakin memanfaatkan digitalisasi sehingga dapat menjangkau masyarakat lebih luas." ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap PMI memberikan pelayanan secara langsung terhadap masyarakat Gresik dengan tagline menolong sepenuh hati.
Menurutnya, ini menjadi dorongan tersendiri untuk para pengurus PMI dari tiap kecamatan. Harapannya dari tiap kecamatan dapat mengadakan kegiatan donor darah minimal satu bulan sekali.
"Sehingga nanti kita juga lombakan, kecamatan mana yang paling intens bekerjasama dengan PMI Kabupaten Gresik. Panjenengan juga boleh bersinergi dengan Forkopimcam. Sehingga tercipta inovasi dalam kegiatan donor darah. Intinya jangan sampai kita defisit darah," jelasnya.
Lebih lanjut, bupati berpesan agar PMI Gresik melek digitalisasi. Hal ini erat kaitannya dengan posisi PMI sebagai pelayanan publik utama, maka PMI dinilai perlu dikenalkan lebih jauh.
"Cari 1 atau 2 anak Gresik yang kreatif untuk membuat konten. Karena kalau hari ini kita tidak beradaptasi, akan sayang panjengen sudah mumet tapi banyak yang tidak tahu apa yang kita kerjakan," ungkapnya.
Selain itu, PMI juga diharapkan dapat bersinergi dengan Pemkab Gresik melalui aplikasi IOP. Ini karena IOP berbasis NIK by name by address. Sehingga mudah melakukan tracking sebaran distribusi darah di Gresik.
"Kita punya platform IOP, artinya sinergitas platform kita dengan PMI dapat sejalan. Karena data adalah harta karun masa kini." tuturnya.
Musker PMI 2024 kali ini juga turut dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik A. Washil Miftahul Rahman, 58 peserta dari Pengurus dan Staf PMI Kabupaten Gresik, Pengurus PMI Kecamatan dan relawan PMI Gresik. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


