Peristiwa Daerah

Banjir Bandang Rusak Jalur ke Air Terjun Madakaripura, Pemkab dan Pelaku Usaha Siapkan Jalur Baru

Senin, 29 Januari 2024 - 18:36 | 95.87k
Kondisi jalur wisata Air Terjun Madakalipura di Probolinggo rusak diterjang banjir bandang. (Foto: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia)
Kondisi jalur wisata Air Terjun Madakalipura di Probolinggo rusak diterjang banjir bandang. (Foto: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Jalur setapak menuju Wisata Air Terjun Madakaripura, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ambruk. Kerusakan terjadi di tiga titik mencapai sekitar 90 persen dari total jalur yang ada.
 
Bahkan menurut peninjauan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, jalan setapak yang ambruk tersebut tidak bisa diperbaiki, sehingga perlu dibuat jalur atau trek baru.

Plt Kadisporapar Kabupaten Probolinggo, Bambang Heri Wahyudi mengatakan, pada Sabtu (27/1/2024) siang, hujan lebat di daerah sekitar menyebabkan air di Wisata Air Terjun Madakaripura naik.

Advertisement

Karena itu, pada pukul 14.00 WIB, semua pengunjung sudah meninggalkan lokasi.

Sore itu, debit air terus meningkat, bahkan curah hujan yang lebat menyebabkan banjir bandang di lokasi Madakaripura.

Akibatnya, tiga jalur setapak menuju Wisata Air Terjun Madakaripura ambruk karena terjangan banjir.

“Diperkirakan ambruknya Sabtu (27/1/2024) pada pukul 16.00. Saat itu kondisinya sudah tidak ada pengunjung. Hasil peninjauan, ketiga titik jalan setapak yang rusak ini mencapai 90 persen,” ujar Yudi saat ditemui di lokasi, Senin (29/1/2024) pagi.

Atas kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Perhutani sepakat untuk melakukan penutupan sementara.

Disinggung tentang perbaikan, Yudi menjelaskan, hasil pemantauannya bersama beberapa perangkat terkait menunjukkan jika jalur setapak tersebut tidak dapat diperbaiki.

"Itu menurut penilaian kami, tapi memang diperlukan tenaga ahli," imbuhnya.

Menurutnya, jalan setapak tidak bisa diperbaiki karena jalur sungainya berubah. Awalnya, jalur sungainya di sisi barat, namun seiring berjalannya waktu pindah ke sisi timur, di jalur menuju Air Terjun Madakaripura.

“Jadi yang paling memungkinkan, jika harus membangun kembali jalan setapak maka harus menyeberang dari sisi barat," lanjut Yudi.

Tapi, tambah Yudi, menyeberangi sungai sangat berbahaya dan sisi seberangnya sudah masuk wilayah Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan pertimbangan itu, Disporapar akan segera berkoordinasi, terutama dengan tim ahli, untuk membahas perbaikannya.

Mereka juga akan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Kabupaten Probolinggo.

Kendati demikian, Yudi menyadari jika Wisata Air Terjun Madakaripura adalah sumber penghasilan utama warga setempat.

Oleh karenanya, hasil koordinasi dengan pihak desa dan pelaku wisata akan membuat jalur atau trek baru.

"Setelah ditemukan dan dibuat treknya, kami lakukan uji coba bersama Forkopimca, Perhutani, Disporapar, serta pelaku wisata,” ucap Yudi.

Setelah trek diuji dan dinyatakan aman, laporan akan disampaikan kepada Pj Bupati untuk diputuskan apakah trek berikut Wisata Air Terjun Madakaripura akan dibuka atau tidak.

Kepala Desa Negororejo, Ngasto, juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, mayoritas penduduk desa tersebut bekerja di sektor pariwisata Wisata Air Terjun Madakaripura, seperti pemandu wisata, ojek, dan pelaku UMKM.

Oleh karenanya, ia berharap lokasi wisata tersebut segera dibuka kembali agar warga desa dapat mencari penghasilan lagi.

“Jika ditutup terlalu lama, kasihan warga saya mas. Apalagi wisata ini sudah menjadi sumber mata pencarian utama,” kata Ngasto.

Timbul, seorang pemandu yang telah bekerja di sekitar lokasi wisata selama puluhan tahun, juga setuju.

Baginya, menjadi pemandu wisata adalah satu-satunya pekerjaan. Jika lokasi tersebut ditutup, ia tidak akan bisa bekerja untuk sementara waktu.

"Saya jadi guide (pemandu) mulai tahun 90-an. Kalau ditutup, sementara saya tidak kerja dan hanya akan mencari rumput untuk kambing-kambing saya," tandas pria 50 tahun itu. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES