Peristiwa Daerah

Soekardjo Wirjopranoto Kobarkan Kembali Semangat Kebangsaan

Jumat, 02 Februari 2024 - 13:27 | 28.61k
Thomas Sutasman dengan buku Soekardjo Wirjopranoto yang diterbitkan ulang. (FOTO: Estanto Prima Yuniarto/TIMES Indonesia)
Thomas Sutasman dengan buku Soekardjo Wirjopranoto yang diterbitkan ulang. (FOTO: Estanto Prima Yuniarto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, CILACAP – Buku tulisan pahlawan nasional Soekardjo Wirjopranoto kembali dimunculkan oleh Komunitas Tjilatjap History. Dalam buku tersebut Soekardjo Wirjopranoto nampak menggelorakan semangat kebangsaan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Melalui bukunya “Lepas dari Belanda”, penulis menampilkan sikap Soekardjo menggugat perjanjian Linggajati, di mana Belanda hanya mengakui secara de facto Republik Indonesia atas Sumatera, Jawa, dan Madura. 

Thomas Sutasman, editor terbit ulang buku tersebut mengatakan, sebuah keberuntungan bagi masyarakat Cilacap. "Ada putra terbaik bangsa kelahiran Kesugihan, Cilacap, yang menjadi pahlawan nasional, yang kiprah hidupnya bisa menjadi teladan bagi kita," ujar Thomas, Kamis (1/2/2024). "Dia adalah Soekardjo Wirjopranoto. Dia sosok mumpuni dalam pergulatan perjuangan pergerakan, sebelum dan sesudah kemerdekaan," imbuhnya.  

Menurut Thomas, keberuntungan kedua adalah ditemukan buku (stensilan) karya Soekardjo berjudul "Lepas dari Belanda" terbitan tahun 1946. "Buku hanya  setebal 20 halaman tersebut memuat dua tulisan Soekardjo, berjudul "Menolak Persetoedjoean Indonesia-Belanda" dan "Politiek Indonesia","  kata Thomas.

Penerbitan ulang buku tersebut menjadi bagian pendokumentasian sejarah yang isinya menggelorakan semangat kebangsaan dan tetap relevan hingga saat ini, bagaimana mempertahankan Republik Indonesia.

"Sebuah respon bagaimana sebagai warga negara menyuarakan pendapatnya, tidak harus berkokang senjata, namun menggunakan tulisan yang tajam bahwa sebuah kebijakan yang bertentangan dengan semangat Proklamasi harus dilawan. Dia menulis bahwa di hati sanubari Belanda tidak nampak kehendak untuk mempersiapkan pengakuan kemerdekaan  yang  berarti persiapan menarik kedaulatannya dari Indonesia," tandasnya.   

Lebih lanjut, Thomas berturut bahwa secara tegas Soekardjo  mengatakan menolak perundingan Linggajati, karena hasil perundingan itu bertentangan dengan proklamasi kemerdekaan dan keputusan KNI Pusat, di mana menurut Soekardjo, boleh berunding atas pengakuan Negara Republik Indonesia tetap merdeka seratus persen. Bukan berunding untuk pengakuan. Dan menurutnya, hasil perundingan akan menyalahi Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

Tentang buku "Lepas dari Belanda" tersebut, Thomas mengatakan tulisan Soekardjo tersebut masih menggunakan ejaan lama. Beberapa kata berbahasa Belanda atau bahasa asing lain, dan mungkin ada kata yang masih ejaan lama yang harus dicari padanan katanya pada masa sekarang. 

"Maka, pada buku ini tata bahasa tulisan tersebut masih dibiarkan seperti adanya, hanya ejaan dibawa/diubah/disesuaikan ke ejaan yang baru,  agar generasi muda atau pembaca sekarang akan lebih mudah membacanya. Dan, ejaan berbahasa Belanda sedapat mungkin kami terjemahkan dalam catatan kaki," jelasnya.

Yang menarik dari buku ini adalah kata pengantar dari cucu Soekardjo, Sukmarani Moerkardjono Wirjopranoto. Dia mengatakan bahwa tujuan dari penyusunan dan melahirkan kembali karya Soekardjo Wirjoparnoto adalah untuk meningkatkan kesadaran anak bangsa dalam mempelajari dan memaknai perjalanan para pahlawan bangsa Indonesia yang berjuang dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.  

"Kisah perjalanan dalam penulisan buku ini kiranya dapat membangkitkan semangat nasionalisme anak bangsa Indonesia. Dengan meningkatkan rasa nasionalisme, anak bangsa Indonesia tetap memupuk semangat dan mampu melanjutkan cita-cita para pahlawan pendiri bangsa. Terimakasih kepada Tjilatjap History yang telah mengobarkan kembali semangat Eyang Soekardjo Wirjoparnoto," tulis Sukmarani dalam buku itu. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES