Peristiwa Daerah

Guru PPPK di Pacitan Diduga Alami Gangguan Jiwa, Begini Langkah Dinas Pendidikan

Senin, 05 Februari 2024 - 12:52 | 53.28k
Dinas Pendidikan Pacitan saat mendatangi sekolah tempat mengajar oknum guru yang diduga alami gangguan jiwa. (FOTO: Budi for TIMES Indonesia)
Dinas Pendidikan Pacitan saat mendatangi sekolah tempat mengajar oknum guru yang diduga alami gangguan jiwa. (FOTO: Budi for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Seorang guru PPPK di SDN 3 Sukodono, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, diduga mengalami gangguan jiwa. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Budiyanto saat ditemui pada Senin (5/2/2024).

Budiyanto mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk menangani kasus ini. Salah satunya, dengan meminta kepala sekolah untuk sementara waktu tidak memberikan tugas mengajar kepada guru tersebut.

"Kami sudah lakukan langkah-langkah. Kepsek agar sementara waktu tidak memberikan tugas mengajar kepada yang bersangkutan karena pertimbangan kesehatan," kata Budiyanto.

Menurut Budiyanto, pihaknya juga telah memantau dan mendampingi guru tersebut. Ia mengatakan, guru tersebut seyogyanya direhabilitasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). "Guru itu sudah dalam pemantauan kami dan seyogyanya direhabilitasi di RSJ," ujarnya.

Budiyanto menuturkan, pihaknya telah berusaha mengumpulkan pihak keluarga guru tersebut beberapa waktu lalu. Namun, upaya tersebut tidak berhasil. "Kami sudah berusaha mengumpulkan pihak keluarga beberapa waktu lalu tapi tidak ditemui oleh guru tersebut," tuturnya.

Budiyanto menjelaskan, pihaknya telah melaporkan kasus ini kepada Bupati Pacitan. Ia mengatakan, bupati telah menginstruksikan agar kasus ini ditangani dengan mengedepankan asas kemanusiaan.

"Kemarin sudah saya sampaikan ke Bupati Pacitan, ya semuanya asas kemanusiaan. Artinya tidak langsung diputus begitu saja," jelasnya.

Budiyanto menambahkan, kasus guru PPPK yang mengalami gangguan jiwa ini bukan kali pertama terjadi. Ia mengatakan, pihaknya telah mendata beberapa kasus serupa. "Kasus guru ASN dan PPPK yang mengalami sakit baik jasmani maupun rohani saat ini ada beberapa," ungkapnya.

Budiyanto mengatakan, pihaknya akan melakukan skrining medis bagi guru-guru di Pacitan untuk mencegah kasus serupa terulang kembali. "Hal itu menjadi catatan agar pihak sekolah ke depan lebih memperhatikan beberapa aspek sebelum menerima guru atau tenaga kependidikan," katanya.

"Sebelum masuk juga harus ada assesment yang memenuhi kriteria termasuk sehat jasmani dan rohani. Penilaiannya bisa sejak menjadi GTT, sehingga saat diterima menjadi PPPK sesuai harapan," imbuhnya.

Diduga Alami Gangguan Jiwa Sejak Sebelum Menikah

Berdasarkan informasi yang dihimpun TIMES Indonesia, oknum guru PPPK berinisial E tersebut diduga mengalami gangguan jiwa sejak sebelum menikah. Ia dikabarkan mengalami ketidakharmonisan dengan pasangannya.

Antara E dan istrinya merupakan guru PPPK di sekolah dengan lokasi berbeda namun masih satu kecamatan.  "Harusnya pasangannya ikut membantu, jangan malah memperparah, supaya bisa sembuh," kata salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kasus guru PPPK yang diduga mengalami gangguan jiwa ini sendiri masih terus didalami oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES