Peristiwa Daerah

Kampus Bersuara, UM Ambil Sikap untuk Presiden Jokowi

Senin, 05 Februari 2024 - 14:07 | 16.24k
Sivitas akademika UM saat membacakan pernyaatan sikap untuk Presiden Jokowi di Gedung Rektorat UM, Senin (5/2/2024). (FOTO: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Sivitas akademika UM saat membacakan pernyaatan sikap untuk Presiden Jokowi di Gedung Rektorat UM, Senin (5/2/2024). (FOTO: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Civitas akademika Universitas Negeri Malang (UM) akhirnya ikut menyatakan sikap untuk Presiden Joko Widodo pada Senin (5/2/2024). Gabungan dari para guru besar, dosen, dan mahasiswa UM tersebut menyampaikan seruanya agar presiden Jokowi menjaga cita-cita proklamasi dan reformasi di depan gedung rektorat.

Pernyataan sikap tersebut dibacakan oleh salah satu perwakilan guru besar UM, Prof Hari Wahyono. Dalam seruan tersebut, dia banyak mengutip perkataan Bung Hatta sebagai Bapak Proklamator. "Beliau telah mengingatkan kepada manusia Indonesia, tentang pengakuan kepada dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, yang disampaikan pada saat menerima gelar doktor Honoris Causa dari Universitas Indonesia pada tanggal 30 Agustus 1975," ucapnya.

Dimana beberapa poin penting dalam pengakuan kepada dasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah menentang segala yang dusta, menentang atau mencegah kezaliman, memperbaiki yang salah, membasmi kecurangan, menentang segala yang kotor, dan melenyapkan segala yang buruk.

"Nilai-nilai yang ditegaskan oleh Bung Hatta tersebut selaras dengan nilai-nilai Pancasila yang dirawat dan diperjuangkan oleh Universitas Negeri Malang dalam mengemban tugas membangun insan mulia, manusia Indonesia," kata dia.

Dia melanjutkan, setelah kondisi demokrasi di Indonesia dan juga kegelisahan masyarakat yang makin meluas, dan menjadikan situasi berbangsa dan bernegara terasa sedang tidak baik-baik saja, serta suasana kurang kondusif menjelang Pemilu 2024 maka sivitas akademika UM menyatakan 5 sikap untuk Presiden Jokowi. yaitu;

1. bersikap lugas dan bertndak konsisten untuk menegakkan sendi kehidupan bernegara yang demokratis, beradab, bermartabat, dan berkeadilan substansial, melampaui sekadar proses demokrasi formal dan prosedural.

2. mengembalikan kepercayaan sebagai pemegang kekuasan yang selalu berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 demi keutuhan bangsa dan keberlangsungan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

3. menunjukkan sikap kenegarawanan dengan berdiri di atas semua golongan dan menjauhkan diri dari sikap par2san dalam Pemilu 2024 serta perilaku nepo2sme dan oligarki dalam menyelenggarakan pemerintahan;

4. memelopori netralitas aparatur negara (ASN, TNI, dan POLRI) dan menghen2kan segala bentuk upaya yang mendukung dan memihak untuk pemenangan salah satu Pasangan Capres/Cawapres; dan

5. menjadi panutan perilaku berakhlak mulia dan menjauhkan diri dari perilaku tidak terpuji dalam mengelola pemerintahan, termasuk dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024.

"Dengan ini kami menjunjung pentingnya keadilan, integritas, kredibilitas, dan transparansi dalam kepemimpinan nasional," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES