Peristiwa Daerah

Menyingkap Makna Tugu Botol Kecap Majalengka yang Ikonik

Selasa, 06 Februari 2024 - 10:29 | 74.30k
Tugu Botol Kecap Majalengka. (FOTO: Hendri Firmansyah/TIMES Indonesia)
Tugu Botol Kecap Majalengka. (FOTO: Hendri Firmansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MAJALENGKAKabupaten Majalengka, Jawa Barat terkenal dengan beragam simbol kota yang mencerminkan sejarah dan makna. Salah satu monumen yang mungkin luput dari perhatian adalah Tugu Botol Kecap di persimpangan jalan KH Abdul Halim dengan Kelurahan Tonjong.

Monumen berupa siluet dua botol kecap ini tidak hanya sekadar simbol visual di persimpangan jalan, melainkan juga menandakan perjalanan panjang industri kecap yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Majalengka.

Dikutip dari berbagai sumber, sejarah kecap di Majalengka dimulai sejak tahun 1940, dengan hadirnya merek Maja Menjangan yang berlokasi di jalan Suha Kelurahan Majalengka Wetan.

Kemudian, pada tahun 1959 kembali muncul industri kecap lainnya dengan merek Segi Tiga. Lokasi pabrik kecap Segi Tiga berdekatan dengan tugu kecap di Tonjong.

Pabrik kecap Segi Tiga sendiri dirintis oleh H. Lukman, Endek dan Aman, tiga bersaudara yang memulai perjalanan mereka dalam industri ini dari usaha rumahan kecap.

Selama proses produksi berlangsung, seringkali tercium aroma harum khas di sepanjang jalan yang melintasi pabrik kecap tersebut. Bahan baku utama yang digunakan adalah kedelai hitam pilihan yang melalui fermentasi alami, mewarisi tradisi puluhan tahun.

Keberadaan monumen tugu kecap bukan hanya merangkum sejarah industri kecap di Majalengka tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas yang menyiratkan keberlanjutan nilai-nilai tradisional dalam kehidupan masyarakat lokal.

Simbol ini menegaskan bahwa kecap tidak hanya sekadar saus, melainkan bagian dari buah kreasi warisan tradisional yang melekat dalam setiap tetesnya.

Sebagai penanda di persimpangan jalan, monumen ini menceritakan kisah kejayaan industri kecap Majalengka yang terus berkembang seiring waktu, tak terkikis oleh perubahan zaman.

Tugu ini bukan hanya simbol visual batas geografis, tetapi juga batas waktu yang menyatukan masa lalu, kini dan masa depan dalam satu gambaran keberlangsungan industri kecap yang telah mewarnai dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Majalengka.

Seperti diketahui, bahwa Tugu Botol Kecap Majalengka yang ikonik tersebut dibangun sekitar tahun 2019 di masa kepemimpinan Bupati Majalengka periode 2018-2023, H Karna Sobahi.

Kabupaten Majalengka saat dipimpin Bupati Karna Sobahi, saat itu diklaim berhasil membuat wajah Kota di Kabupaten Majalengka semakin eksotis dan menarik serta indah.

Hal tersebut tidak terlepas kebijakan mantan Wakil Bupati Majalengka dua periode ini yang ingin menjadikan Kota Angin destinasi persinggahan dan kota tujuan wisata dan penerbangan di masa mendatang.

Berkat terobosan dan ide-ide Karna Sobahi membangun Kabupaten Majalengka, salah satunya Tugu Botol Kecap yang ikonik, membuat sejumlah lokasi di Majalengka kini jadi lebih menarik dan Instagramable. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES