Peristiwa Daerah

Kunjungi Posko Pengungsian BPBD Jatim, Wagub Emil Instruksikan Keruk Eceng Gondok 7 Kilometer 

Kamis, 08 Februari 2024 - 11:46 | 17.71k
Wagub Jatim Emil Dardak saat mengunjungi Posko Pengungsian BPBD Jatim, Kamis (8/2/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Wagub Jatim Emil Dardak saat mengunjungi Posko Pengungsian BPBD Jatim, Kamis (8/2/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengunjungi warga terdampak banjir Kali Butung Waru Sidoarjo di Posko Pengungsian BPBD Jatim. 

Warga mengungsi sejak Selasa (6/2/2024) malam karena curah hujan tinggi sehingga mengakibatkan luapan sungai menggenangi rumah mereka.

Banjir rob laut bersamaan curah hujan tinggi menjadi penyebab lain luapan air tersebut. Namun demikian ini baru kali pertama terjadi.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas telah melakukan pemetaan melalui drone untuk mengurangi risiko debit air. 

"Ada titik yang diperkirakan bisa dibersihkan karena memang ada banyak sekali hambatan seperti eceng gondok," terang Wagub Emil didampingi Sekretaris BPBD Jatim Andhika N Sudigda.

Pemetaan tersebut menggunakan drone di sepanjang aliran Kali Butung Waru hingga arah Juanda sebagai area hilir. 

Area hulu juga teridentifikasi terdapat eceng gondok. Sementara beberapa drainase sudah tertutup bangunan liar. 

"Jadi ada dua pertanyaan kalau banjir, apakah drainase memang tidak mampu menampung hujan di situ atau dia dapat kiriman air juga dari yang lain, sungainya meluap dari hulu ke hilir. Ada dua model banjir. Banjir karena sungai meluap atau banjir karena lokal," ungkap Emil.

Dinas PU Sumber Daya Air Jatim dan Kementerian PUPR juga akan membantu menerjunkan alat berat untuk melakukan pembersihan pada hari ini.

Proses pembersihan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Karena panjang area tumbuh eceng gondok mencapai kurang lebih 7 kilometer.

"Jadi ini langsung dibersihkan," tandas Emil.

Emil memastikan langkah tersebut akan terus dilakukan agar sungai kembali mengalir dengan lancar, mengingat prediksi BMKG Juanda masih terjadi curah hujan dalam beberapa waktu ke depan.

"Itu yang dilakukan identifikasi bottle neck atau sumbatan botolnya ada di situ, kalau air laut pasang kita kan nggak bisa mencegah air laut pasang, tapi kalau sungai nya lebih ini (bersih) kita bisa mengurangi potensi luapan atau tinggi muka airnya," ucap Emil.

Emil tak lupa memuji langkah pro aktif BPBD Jatim dan dinas-dinas terkait dalam upaya mengurangi risiko bencana banjir lebih lanjut. Sampai saat ini air sudah mulai surut maka pembersihan dapat segera dilakukan. (*)

Ia juga memastikan Posko BPBD Jatim tetap siaga untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Emil-Dardak-2.jpgWagub Emil menyapa anak-anak pengungsi di Posko Trauma Healing BPBD Jatim, Kamis (8/2/2024).(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Emil mengapresiasi gerak cepat BPBD Jatim dalam menyediakan lokasi pengungsian, dapur umum, hingga trauma healing berupa taman bermain dan Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina).

"Teman BPBD Jatim gercep (gerak cepat) dan Dinsos serta Dinkes turun bersama-sama menyiapkan tempat ini," kata Emil.

Selain itu, Emil menegaskan bahwa BPBD Jatim bergerak melakukan pemetaan di seluruh Wilayah Jatim terutama kawasan rawan banjir. Antisipasi paling vital adalah potensi tanggul jebol. 

"Kita pastikan bronjong atau sand back tersedia. Ini sudah ada semua di logistik, karena ini memang musim bencana hidrometeorologi. Makanan saji kalau belum bisa dapur umum juga sudah tersedia," ujar Wagub Jatim Emil Dardak saat meninjau Posko Pengungsian di BPBD Jatim.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES