Peristiwa Daerah

Bawaslu Banyuwangi Kuatkan Persiapan di Masa Tenang Pemilu

Minggu, 11 Februari 2024 - 17:21 | 20.08k
Pelepasan burung merpati oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu. (Foto : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)
Pelepasan burung merpati oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu. (Foto : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Setelah pesta kontestasi dalam masa kampanye berakhir 10 Februari lalu, saat ini masa tenang Pemilu 2024 telah resmi dimulai. Menyambut hal itu, Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Banyuwangi menguatkan persiapan yang ditandai dengan agenda Apel Siaga Pengawasan pada Minggu (11/2/2024).

Apel siaga pengawasan Pemilu 2024 yang bertempat di Lapangan Lugjag, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur itu, dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi Wawan Yadmadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi Muhamad Lutfi, TNI hingga Polri.

“Agenda ini dalam rangka menunjukkan kesiapan jajaran Bawaslu Banyuwangi dalam pemilu terkait pada masa tenang,” ucap Ketua Bawaslu Banyuwangi Yansen Adrian Pale.

Dalam sambutannya, Yansen Adrian Pale yang akrab disapa Ansel tersebut mengingatkan personelnya bahwasanya Bawaslu merupakan satu-satunya lembaga yang diberikan kewenangan untuk mengawasi pemilu supaya sesuai dengan norma yang telah diatur berdasar tata cara prosedur dan mekanisme. 

“Beban berat tugas kita adalah kompleksitas dan dinamika karena Bawaslu adalah jujugan semua pihak ketika mengalami persoalan di lapangan,” tuturnya.

Bupati-Banyuwangi-1.jpg

Bawaslu Banyuwangi, kata Yansen, sudah siap untuk melaksanakan pengawasan, baik selama masa tenang, penyaluran logistik, serta persiapan pemungutan suara hingga selesai.  

“Termasuk juga memfasilitasi pemilih yang belum terdaftar dalam (Daftar Pemilih Tetap) DPT atau DPTb untuk memastikan pemilih dapat menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024,” tandasnya.

Saat wawancara, Yansen juga menjelaskan, masing-masing jajaran Bawaslu di wilayahnya akan melakukan patroli sesuai dengan instruksi dari pimpinan tertinggi yaitu Bawaslu Indonesia, sekaligus penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) serentak yang masih ada di seluruh Banyuwangi.

“Sore nanti di masing-masing wilayah, jajaran Bawaslu akan melakukan patroli, yang melibatkan pengawas TPS yang telah terbentuk sebanyak 5135,” tandasnya.

Saat ditanya terkait pendistribusian logistik pemilu di Banyuwangi yang sudah diedarkan, Yansen menyebut, hal tersebut sudah tetap menjadi objek pengawasan dari Bawaslu, yang pada prinsipnya dalam rangka untuk memastikan tepat jumlah, tepat sasaran, tepat jenis itu tersampaikan hingga tujuan.

“Hasil distribusi logistik kemarin, kita belum menemukan kesalahan-kesalahan administrasi sampai hari ini,” ungkapnya.

Bawaslu Banyuwangi juga memetakan atensi pengawasan dengan cara perlakuan khusus di Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayah terpencil. Diantaranya Kecamatan Pesanggaran, Licin, Kalibaru, Glenmore dan tempat yang susah dijangkau lain.  

“Kita masukkan kategori TPS rawan, terlihat dari tingkat kesulitan dari pendistribusian logistik, dan dimasa tenang ini disana juga rawan terjadi serangan fajar, juga termasuk atensi kami untuk lebih fokus ke sana,” ungkapnya. 

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Bawaslu atas apel yang telah digelar. Dirinya berharap agar pemilu yang berlangsung di Bumi Blambangan nantinya akan minim komplain dan gugatan sehingga masyarakat dapat merasa tenang dan nyaman. “Ini adalah komitmen Bawaslu untuk menjadikan Pemilu 2024 bisa berjalan dengan lancar,” ujar Ipuk. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES