Peristiwa Daerah Info Pemilu 2024

Usai Pemilu 2024, Ketua MUI Jatim: Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:18 | 20.33k
KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah. (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)
KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah. (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)
FOKUS

Info Pemilu 2024

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Pasca Pemilu serentak 2024, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Allallah, mengajak masyarakat untuk memperkuat silaturahmi dan kerukunan. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Probolinggo itu mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh isu atau berita palsu yang dapat menimbulkan keresahan dan kerusuhan di tengah-tengah masyarakat.

Ia menegaskan, perbedaan pilihan dalam memberikan suara pada 14 Februari 2024 lalu, adalah hal yang wajar. Bagian penting adalah tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa saat ini.

"Kita berdoa bersama agar diberi pemimpin nasional yang bisa menjadikan Indonesia sebagai negara yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur," ujarnya, Jumat (23/2/2024).

Menurutnya, pemerintah sudah memberikan hak demokrasi kepada rakyat dalam pemilihan calon pemimpin nasional. Penyelenggara sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Saksi dan warga bisa melihat Formulir C1 atau hasil penghitungan secara langsung dari aplikasi yang telah disediakan pihak KPU.

Jika ada yang merasa ada kecurangan, sebaiknya dilaporkan sesuai dengan proses hukum yang berlaku. Sehingga persoalan bisa segera terselesaikan tanpa memunculkan kerusuhan di tengah masyarakat.

Terlebih lagi, lanjut mantan Ketua PWNU Jatim itu, para penyelenggara pemilu di tingkat bawah, seperti KPPS dan PTPS, telah bekerja maksimal untuk mensukseskan pemilu. Mereka bahkan harus bekerja lebih dari 24 jam.

"Hormati perbedaan dan tetap jaga keutuhan NKRI. Jangan mudah termakan isu-isu yang belum tentu kebenarannya," paparnya.

Sekadar informasi, ada banyak penyelenggara pemilu di tingkat bawah yang jatuh sakit atau merasa sangat lelah setelah pelaksanaan. Mereka mengeluh karena harus menyelesaikan tugas dengan cepat dan cermat. Hal ini karena tugas mereka yang begitu padat. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ryan Haryanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES