Sebanyak 21 WNA dan Warga Blasteran di Bali Ikuti Sidang Pewarganegaraan

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Sebanyak 21 Warga Negara asing (WNA) mengikuti sidang pewarganegaraan yang digelar Tim Evaluasi Kewarganegaraan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali.
Sidang pewarganegaraan yang dipimpin Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Alexander Palti ini berkaitan dengan pengajuan permohonan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) yang di ajukan 21 WNA tersebut. Tim yang dihadiri oleh unsur Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Bali, unsur dari Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Bali, Polda Bali, dan Kanwil Ditjen Pajak Bali itu, berlangsung di ruang Nakula.
Advertisement
Terdapat 3 Warga Negara Asing yang mengajukan permohonan sidang pewarganegaraan (Naturalisasi) untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) berdasarkan Pasal 8 UU Nomor 12 Tahun 2006.
Pemohon Warga Negara Asing pertama bernama Antonio Camaiani, yang bersangkutan sebelumnya WNA berkewarganegaraan Italia dan Warga Negara Asing kedua dan ketiga bernama Laia Gil Coca serta Ricard Andreu Martinez yang sebelumnya merupakan WNA berkewarganegaraan Spanyol.
Sementara itu 18 (delapan belas) lainya merupakan subjek anak berkewarganegaraan ganda yang terdiri dari perkawinan campuran antara negara Indonesia-Jepang sebanyak 16 (enam belas) orang, Indonesia-Swiss sebanyak 1 (satu) orang serta Indonesia-Inggris sebanyak 1 (satu) orang.
Seluruhnya mengajukan permohonan sidang pewarganegaraan itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2022.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Alexander Palti bersama Tim Verifikasi dalam sidang pewarganegaraan tersebut mengajukan beberapa pertanyaan diantaranya pertanyaan tentang wawasan Kewarganegaraan, Pajak dan Tindakan Kriminal.
Kedua puluh satu WNA tersebut mampu menjawab pertanyaan tentang wawasan Kewarganegaraan maupun pertanyaan lainya dengan cukup baik. Selain itu, pemohon juga diminta untuk melafalkan Pancasila dan ditanyakan latar belakang penyebab timbul keinginanya untuk menjadi seorang WNI.
Sebagian besar pemohon menjawab timbulnya keinginan menjadi seorang WNI disebabkan oleh rasa nyaman untuk tinggal di Indonesia khusunya di Bali karena Bali memiliki budaya yang kaya dan unik, dengan berbagai tradisi dan ritual keagamaan yang menarik yang tidak bisa ditemui di tempat lain.
Selain itu, masyarakatnya yang ramah serta murah senyum juga menjadi faktor yang menyebabkan timbulnya rasa nyaman untuk tinggal di Bali.
Dalam sidang pewarganegaraan itu, secara formil, 21 WNA tersebut dinilai baik, nantinya tim verifikator akan melakukan verifikasi lebih lanjut kelengkapan berkas untuk kemudian diajukan ke pusat.
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Faizal R Arief |
Publisher | : Rizal Dani |