Peristiwa Daerah

Kembalikan Peran Kades sebagai Mediator Desa, Kejari Pacitan Gelar 'Jaksa Garda Desa'

Kamis, 29 Februari 2024 - 09:12 | 29.91k
Kajari Pacitan Eri Yudianto saat memberikan arahan kepada Kades di Pacitan (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)
Kajari Pacitan Eri Yudianto saat memberikan arahan kepada Kades di Pacitan (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Kejaksaan Negeri Kabupaten Pacitan (Kejari Pacitan) menggelar program Jaksa Garda Desa (JGD) dengan mengangkat tema 'Kepala Desa sebagai Mediator Permasalahan di Desa'.

Acara ini dilatarbelakangi oleh fungsi Kepala Desa (Kades) dalam menyelesaikan kegagalan masyarakat di desa, sebagaimana tercantum dalam Pasal 26 ayat (4) huruf k Undang-undang Desa.

“Sebetulnya kearifan lokal yang menyangkut keharmonisan kehidupan masyarakat dulu dapat diselesaikan oleh Kades sebagai hakim desa,” kata Kepala Kejari Pacitan, Eri Yudianto, Kamis (29/2/2024). 

 “Akan tetapi belakangan mulai ditinggalkan, semua persoalan terselesaikan di meja hijau,” sambungnya. 

Eri mencontohkan, seseorang yang melanggar norma yang tidak pantas menurut pandangan masyarakat akan diberikan sanksi berupa sanksi sosial bahkan denda. “Namun, sekarang semua diselesaikan secara hukum formal,” tuturnya.

Kajari-Pacitan-2.jpgFoto bersama usai pengarahan Kajari Pacitan terkait Jaksa Garda Desa (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)

Padahal, dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, desa mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan permasalahan hukum yang ada di desa, sepanjang tidak bertentangan dengan Hukum Nasional.

“Norma hukum yang hidup di masyarakat kembali diakui eksistensinya sesuai ketentuan Pasal 18 b Undang-undang Dasar Tahun 1945,” tegas Eri.

Eri menambahkan, berencana mengundang ahli hukum yang kompeten untuk memberikan materi khusus tentang penyelesaian gangguan di desa oleh Kades.

“Kejaksaan Negeri Pacitan siap memberikan bimbingan kepada para Kades sebagai mediator penyelesaian gangguan di desa masyarakat,” ucap Eri. 

Selain itu, ia berharap program JGD ini dapat membantu menyelesaikan gangguan masyarakat di desa dengan lebih cepat dan efisien. “Dengan begitu, keharmonisan kehidupan masyarakat di desa dapat terjaga,” jelasnya. 

Program JGD yang digagas Kejari Pacitan merupakan langkah positif untuk mengembalikan peran Kades sebagai mediator masyarakat di desa. Program ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan gangguan dengan lebih cepat dan efisien, sehingga keharmonisan kehidupan masyarakat di desa dapat terjaga. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES