Advertisement
Peristiwa Daerah

Tekan Kematian Akibat Laka Lantas, Polres Malang Gelar Operasi Semeru 2024

Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2024 digelar jajaran Polres Malang, di halaman Mapolres Malang, Sabtu (2/3/2023). Operasi ini digeber untuk mencegah dan men ...

TIMES Indonesia,
Tekan Kematian Akibat Laka Lantas, Polres Malang Gelar Operasi Semeru 2024
Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, saat penyematan pita kepada personel Operasi Keselamatan Semeru 2024 di halaman Mapolres Malang, Sabtu (2/3/2024). (Foto: Humas Polres)
A-AA+

MALANG Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2024 digelar jajaran Polres Malang, di halaman Mapolres Malang, Sabtu (2/3/2023). Operasi ini digeber untuk mencegah dan menekan angka kematian tinggi akibat kecelakaan lalu lintas. 

Apel Operasi Keselamatan Semeru 202 ini dipimpin langsung Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, sebagai pencanangan awal aksi keselamatan jalan di jalan raya. 

Advertisement

Apel Gelar Pasukan dimulai dengan penyematan pita operasi, kepada perwakilan personel Polisi Militer (PM), Personel Satuan Lalu Lintas, dan personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang. Selanjutnya, Kapolres Malang juga memberikan arahan kepada para personel yang terlibat dalam operasi tersebut.

"Tidak ada kata lain, kita harus terus melakukan kampanye keselamatan berlalu lintas untuk mencegah timbulnya korban jiwa di jalan raya," tandas Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis, dalam amanahnya di depan jajaran personel, Sabtu (2/3/2024).

Diungkapkan AKBP Putu, Operasi Keselamatan Semeru ini akan berlangsung selama 14 hari, dimulai hari ini hingga 17 Maret 2024, dan melibatkan 124 personel Polres Malang bersama instansi terkait lainnya. 

Tujuan utamanya, kata Kapolres, adalah mewujudkan kondisi yang aman bagi pengguna jalan di Kabupaten Malang.

"Masa operasi ini dirancang sebagai langkah preventif untuk mengurangi angka kecelakaan di Kabupaten Malang, yang pada tahun 2023 mencapai lebih dari 900 kejadian dengan hampir 200 orang meninggal dunia," terangnya. 

Advertisement

Kapolres menambahkan, mayoritas kecelakaan melibatkan sepeda motor, mencapai lebih dari 85%. Dan masyarakat usia produktif, yang merupakan tulang punggung keluarga, menjadi kelompok rentan. 

Menurutnya, kecelakaan fatal tersebut tidak hanya merugikan secara pribadi, melainkan pula berdampak mikro dan makro terhadap perekonomian keluarga.

"Faktor kesalahan manusia menjadi penyebab dominan, sekitar 97% dari total kecelakaan. Kita semua perlu introspeksi untuk mencegah perilaku berisiko di jalan, seperti berkendaraan yang melawan arus," tambah AKBP Putu.

Karena itu pula, Kapolres Malang mengajak agar kita semua selalu taat pada aturan di jalan raya, jaga etika, dan sopan santun berkendara saat dan pasca digelarnya Operasi Keselamatan Semeru. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia