Peristiwa Daerah

Tanah Bergerak Brau Bertambah Parah, Kini Berimbas di 10 Rumah

Sabtu, 16 Maret 2024 - 20:01 | 26.79k
BPBD Kota Batu melakukan kaji cepat di lokasi bencana Dusun Brau, Desa Gunungsari. (Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
BPBD Kota Batu melakukan kaji cepat di lokasi bencana Dusun Brau, Desa Gunungsari. (Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BATU – Tidak terlihat tapi terus bergerak merusak apa saja yang di depannya. Tahun 2022 lalu, tanah bergerak di Dusun Brau Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji merusak kamar mandi guru dan sejumlah bangunan.

Hari ini (16/3/2024), BPBD Kota Batu menerima laporan sedikitnya 10 rumah di Dusun Brau RT 01 RW 10, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu rusak akibat retakan tanah yang lebarnya mencapai 10 hingga 18 centimeter.

Advertisement

BPBD menduga retakan tanah ini akibat curah hujan yang tinggi.

"Curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya gerakan tanah yang mengakibatkan beberapa lahan persawahan mengalami retak, SD SMP Satu Atap Baru mengalami beberapa keretakan, 10 rumah mengalami retakan kisaran 10 sampai 18 cm dan jalan aspal mengalami ambles sekitar 20 cm hingga 30 cm," ujar Ka BPBD Kota Batu, Agung Sedayu.

BPBD-Kota-Batu-melakukan-kaji-cepat-di-lokasi-bencana-Dusun-Brau-a.jpg

Data BPBD, beberapa lahan di persawahan mengalami retak, begitu juga dengan SD, SMP Satu Atap dan 10 rumah temboknya retak.

Ke 10 rumah warga yang temboknya retak adalah Sugiari, Ngarpai, Suparno, Mas'ud, Nurcahyo, Sukadi, Janib, Janip, Suliyan dan Isrofi.

Retakan tanah juga terjadi di jalan beraspal yang ambles 20 hingga 30 centimeter.

"Kita bersama warga sudah melakukan penutupan sementara jalan aspal yang retak dan ada beberapa rekomendasi yang sudah kami sampaikan," ujar Agung.

Rekomendasi yang disampaikan BPBD antara lain, relokasi area/bangunan yang terdampak tanah bergerak, melakukan alih fungsi kawasan menjadi daerah konservasi tangkapan air dan melakukan rekayasa teknis penguatan struktur tanah guna pemanfaatan kawasan dengan pelibatan penelitian oleh perguruan tinggi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES