Peristiwa Daerah

Bahaya DBD Mengintai Kabupaten Pacitan, Ini Daerah dengan Jumlah Kasus Tertinggi

Kamis, 21 Maret 2024 - 12:32 | 22.75k
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, drg Nur Farid (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, drg Nur Farid (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengintai Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dinas Kesehatan Pacitan mencatat hingga 17 Maret 2024 ada 98 warga yang terjangkit penyakit ini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, drg Nur Farid menyatakan dari 98 kasus tersebut dimulai sejak awal 2024.

"Secara rinci Januari 98, Februari 28 dan 17 Maret 2024 ada 22 kasus, semoga tidak ada penambahan lagi dan masyarakat diberikan kesehatan," katanya, Kamis (21/3/2024).

Namun, lanjut Nur Farida, di tahun 2024 ini ada yang berbeda dibandingkan 2023 lalu. Seperti halnya Kecamatan Donorojo yang jarang terserang penyakit, kali ini memiliki peringkat tertinggi dengan jumlah 14 kasus DBD.

“Kalau tahun 2024 ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, kalau wilayah kota biasa ya terkena DBD setiap tahun. Namun, di tahun 2024 ini Donorojo yang biasanya jarang terkena DBD ini malah tertinggi dengan 14 kasus,” terangnya.

Maka dari menetap saat ini terus melakukan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, hingga melakukan upaya fogging terutama di wilayah Donorojo. “Kalau untuk wilayah Donorojo agak mengelompok,” ucapnya.

Selain itu, lanjut drg Nur Farida, pihaknya telah melakukan koordinasi juga dengan pihak Puskesmas di 12 Kecamatan untuk melakukan pencegahan kepada masyarakat terutama bagaimana menekankan pola hidup bersih dan selalu membersihkan tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk.

"Kami juga berkoordinasi dengan kepala Puskesmas agar menggerakkan tenaga kesehatannya di wilayah masing-masing. Ya, yang penting jangan sampai nyamuk bersarang di tempat-tempat penampungan udara. Harus rutin di cek," kata drg Nur Farida.

Demam Berdarah (DBD) sendiri dapat menimbulkan berbagai gejala, antara lain:

  1. Demam tinggi
  2. Sakit kepala yang parah
  3. Nyeri otot dan sendi
  4. Ruam kulit
  5. Nyeri saat menelan
  6. Mual dan muntah
  7. Penurunan jumlah trombosit pada darah (trombositopenia)
  8. Pendarahan pada gusi atau hidung
  9. Risiko terjadinya komplikasi seperti sindrom syok demam berdarah

Jika seseorang mengalami gejala-gejala ini, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis agar dapat dilakukan diagnosa yang tepat dan penanganan yang cepat untuk menghindari dampak yang fatal akibat DBD. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES