Advertisement
Peristiwa Daerah

Air Asin Tanjung Jadi Buruan Pembuat Ketupat Lebaran

Air Asin Tanjung telah menjadi buruan masyarakat, terutama di Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, sebagai bahan utama pembuatan ketupat ...

TIMES Indonesia,
Air Asin Tanjung Jadi Buruan Pembuat Ketupat Lebaran
Seorang pengelola Air Asin Tanjung saat mengisi sebuah galon dengan Air Asin Tanjung di Kampung Cicukang, Tanjung, Kawalu, Kota Tasikmalaya, Selasa (2/4/2024). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
A-AA+

TASIKMALAYA Puluhan jerigen dan botol Aqua kemasan besar terlihat mengantre pengisian air di sepanjang Jalan Air Tanjung. Pemandangan ini menjadikan sebuah aktivitas rutin tahunan masyarakat atas lonjakan permintaan Air Asin Tanjung menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H. 

Air Asin Tanjung telah menjadi buruan masyarakat, terutama di Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, sebagai bahan utama pembuatan ketupat lebaran.

Advertisement

Seiring dengan mendekatnya Hari Raya Idul Fitri, para warga memadati Kampung Cukang untuk memburu Air Asin Tanjung. Tradisi ini telah lama berlangsung dan menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan menyambut Idul Fitri. 

Air Asin Tanjung tidak hanya dianggap sebagai bahan pembuatan ketupat lebaran, tetapi juga memiliki nilai keberkahan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Menurut Iman Hermansyah, salah satu pengelola Air Asin Tanjung, terjadi peningkatan signifikan dalam kunjungan pembeli menjelang Hari Raya Idul Fitri. Bahkan, peningkatan mencapai 50 persen dari biasanya, meskipun masih 8 hari jelang Hari Raya.

Air-Asin-Tanjung-2.jpg

Pembeli datang tidak hanya dari Kota Tasikmalaya, tetapi juga dari kota-kota lain seperti Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Bandung, dan Jakarta. Lonjakan pembeli ini juga turut didukung oleh penggunaan kendaraan roda empat oleh sebagian pembeli dari luar kota.

Advertisement

Iman menjelaskan bahwa harga Air Asin Tanjung bervariasi tergantung pada ukuran jerigen. Jerigen berukuran 20 liter dijual seharga Rp 5 ribu, sementara jerigen berukuran 25 liter dijual seharga Rp 10 ribu. Meski begitu, Iman menegaskan bahwa Air Asin Tanjung bukanlah hal baru di Kampung Cukang, melainkan sudah menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga selama berabad-abad.

Puncak lonjakan pembeli menurutnya diperkirakan akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri, di mana sejak awal bulan Ramadhan sudah terlihat peningkatan pembeli, namun puncaknya biasanya terjadi pada 25 Ramadhan. 

Di sepanjang Jalan Air Tanjung, terdapat puluhan pedagang yang menjual Air Asin Tanjung, memudahkan warga yang ingin membelinya. Meski begitu, harga di Sumur Mata Air Tanjung cenderung lebih murah dibandingkan dengan harga di pedagang.

Tradisi pengambilan Air Asin Tanjung juga menjadi hal yang tak terpisahkan bagi sebagian warga, seperti yang diungkapkan oleh seorang ibu rumah tangga bernama Nenih dari Sukapura Sukaraja. 

Bagi mereka, penggunaan Air Asin Tanjung dalam pembuatan ketupat telah menjadi bagian dari tradisi turun temurun, yang diyakini memberikan cita rasa khas dan tekstur ketupat yang lebih kenyal serta tahan lama.

"Tos tradisi ti kapungkur upami ngadameul kupat sok nganggo cai asin tanjung, kana kupatna raos gurih sareung teu cepet haseum, (Sudah menjadi tradisi sejak dahulu kalau membuat ketupat suka menggunakan Air Asin Tanjung, kupat jadi enak gurih dan tidak cepat basi)," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Harniwan Obech
PenulisHarniwan ObechSarjana Administrasi Negara, STIA YPPT Priatim, (Angkatan tahun 1994). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 18-04-2021, Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia