Menelisik Sejarah Festival Balon Udara di Kabupaten Wonosobo
Warga Kabupaten Wonosobo memiliki tradisi unik sejak zaman penjajahan Belanda. Tradisi itu adalah menerbangkan balon udara saat lebaran. ... ...

WONOSOBO – Warga Kabupaten Wonosobo memiliki tradisi unik yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Tradisi itu adalah menerbangkan balon udara saat merayakan lebaran.
Melansir beberapa sumber, adalah Atmojo Goper sosok awal di balik tradisi ini. Pria asal Kretek, Wonosobo ini merupakan seorang seniman rebana yang berprofesi menjadi tukang cukur.
Ia mempunyai keterampilan dalam membuat sangkar burung dan lampion. Sekitar tahun 1920-an, Atmojo mulai membuat balon udara.
Ia mencoba membuat balon udara, karena mendapatkan inspirasi dari pendaratan balon udara di Alun-alun Wonosobo, yang saat itu digunakan fotografer untuk pemotretan udara.
Untuk membuat balon udara, Atmojo harus rela mengeluarkan uang yang tak sedikit. Ia harus memesan kertas krep dari Semarang. Selain belum banyak yang menjualnya, kertas krep adalah bahan pembuat balon udara yang paling bagus saat itu.
Disaksikan warga setempat, di halaman musala Krakal Tamanan, Atmojo berhasil menerbangkan balon udara buatannya untuk kali pertama. Mulai saat itu, kabar tentang balon udara beredar luas hingga menjadi tontonan yang selalu dinanti oleh warga sekitar.
Mengingat mahalnya bahan baku pembuatan balon udara, pada era 1960-an mulai dibuat balon udara dengan bahan dasar plastik untuk melakukan tes cuaca sebelum menerbangkan balon udara yang sebenarnya.
Sebelum 1980-an, asap yang digunakan sebagi tenaga untuk menerbangkan balon itu, menggunakan campuran batang padi kering dan basah agar tercipta asap hitam yang tebal.
Namun setelah tahun itu, kayu bakar menjadi alternatif pengasapan atau bahan bakar untuk menerbangkan balon udara tersebut.
Bahkan di tahun 2000-an, dari kayu bakar beralih ke tempurung kelapa, karena asap dari tempurung kelapa dianggap lebih putih daripada asal yang dihasilkan dari bakaran kayu.
Pada era 1990-an mulai tercipta balon udara yang berbahan dasar kertas minyak. Bahan tersebut dipandang lebih mudah didapat dan harganya pun lebih terjangkau.
Selain itu ragam kertas minyak juga berwarna-warni, kelebihan lainnya adalah, balon udara dari kertas minyak lebih ringan sehingga juga lebih mudah untuk diterbangkan.
Festival Balon Udara
Pada 2005, Festival Balon Tradisional yang berskala besar pertama kali diselenggarakan, di Alun-alun Wonosobo.
Event ini menjadi festival utama yang rutin diselenggarakan setiap Hari Jadi Kabupaten Wonosobo, yang sebelumnya penerbangan balon udara hanya menjadi hiburan warga saat lebaran.
Bahkan di Tahun 2006, festival ini berhasil memecahkan dua rekor Muri sekaligus yaitu, Rekor Balon Udara Tradisional terbanyak dan Rekor Balon Udara Terbesar saat itu.
Pada 2015, Festival Balon Tradisional yang rencananya akan digelar di Stadion Kalianget, urung dilaksanakan karena dianggap mengganggu jalur penerbangan udara.
Berdasar pengalaman tersebut, akhirnya disepakati beberapa aturan tentang batasan jarak terbang balon udara dan penerbangan balon yang harus ditambatkan ke tanah atau tidak dilepas ke langit.
Setelah mengantongi aturan itu, tahun 2017 festival tahunan menerbangkan balon udara dapat kembali dilaksanakan. Di tahun yang sama juga terbentuk Komunitas Balon Wonosobo.
Sejak saat itu perkembangan balon udara di Wonosobo terus mengalami penurunan, dan tahun 2019, salah satu even besar yaitu, Java Balloon Festival sukses digelar.
Saat hari Raya Iedul Fitri, berbagai desa di Wonosobo juga menggelar festival balon udara secara mandiri. Meski pada 1019 sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Sebelumnya, tercatat sekitar 1500 balon udara berhasil diterbangkan pada lebaran 2017 lalu.
Pasca Pandemi, tepatnya pada 2023 festival balon udara ini kembali digelar. Pada 11 sampai 21 April lalu, Festival Balon Udara Kabupaten Wonosobo digelar 11 hari berturut-turut di 14 lokasi yang berbeda. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

