Peristiwa Daerah

Rektor UIN Malang Isi Kuliah Tamu di ISIC Thailand, Terangkan Moderasi Beragama

Jumat, 26 April 2024 - 19:05 | 14.44k
Rektor UIN Malang Prof Zainuddin saat mengisi kuliah tamu di ISIC Thailand, Kamis (25/4/2024). (Foto: Humas UIN Malang)
Rektor UIN Malang Prof Zainuddin saat mengisi kuliah tamu di ISIC Thailand, Kamis (25/4/2024). (Foto: Humas UIN Malang)

TIMESINDONESIA, MALANG – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA menjadi pemateri dalam kuliah tamu yang di gelar di Institute of Science Innovation and Culture (ISIC) Rajamangala University of Technology Krungthep Thailand.

Kuliah umum yang bertajuk “Inclusive Religious Education towards a Peaceful Society (Indonesia Case)” itu digelar pada Kamis (25/04/2024) di Auditorium Gedung Kreatif Lantai 5, UIN Malang.

Acara ini dihadiri oleh sivitas akademika RMUTK, yang terdiri atas dosen, mahasiswa program studi Global Buddhism, Education and Society, serta jajaran pimpinan dan direktur ISIC dari RMUTK.

Kuliah  tamu ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Rektor dan jajaran pimpinan UIN Malang ke ISIC Thailamd dalam rangka launching International Interreligious Conference yang akan diselenggarakan di Hatyai Songkhla, Thailand pada 16 Oktober 2024, sekaligus untuk memperkuat jejaring internasional yang dimiliki UIN Malang.

Dihadapan para Akademisi Thailand, Prof Zainuddin menekankan pentingnya pendidikan agama inklusif sebagai fondasi moderasi beragama di Indonesia. Dia menjelaskan bahwa pendidikan Islam, seperti halnya pendidikan lainnya, belum memiliki kekuatan yang cukup signifikan karena pengaruhnya masih kalah dibandingkan dengan kekuatan bisnis dan politik.

"Landasan filosofis dari pendidikan inklusif di Indonesia adalah kesatuan dalam keragaman," tuturnya.

UIN.png

Rektor UIN Malang juga menyoroti bahwa pendidikan agama inklusif dapat menjadi sarana self-awareness umat melalui proses transformasi pengetahuan yang berfokus pada prinsip-prinsip kebukaan, egalitarianisme, dan tidak diskriminatif terhadap golongan manapun.

"Sangat penting bagi pendidikan inklusif-multikultural memiliki semangat untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang bermartabat dan sadar akan kekayaan multikultural," ujarnya.

Selain Rektor Zainuddin, dalam kuliah umum ini juga dilakukan sesi berbagi pengalaman oleh Wakil Rektor bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbullah, M.Ag, dan Dr. KH. Isroqunnajaah, M.Ag, terkait dengan isu-isu mutakhir yang akan dibahas dalam konferensi internasional interreligous studies.

Dari pengalamannya di RMUTK Thailand, Rektor UIN Malang menegaskan pentingnya membangun kolaborasi lintas agama sebagai fondasi strategi moderasi beragama untuk merawat kebenaran di Indonesia.

"Hal ini sebagai upaya membangun pluralitas agama dengan semangat pemahaman toleransi dan harmonisasi melalui peran guru sebagai teladan," kata pria kelahiran Tuban ini.

Kuliah tamu berjalan interaktif, peserta juga mengikuti dengan antusias setiap materi yang dipaparkan. Hal itu dibuktikan  dengan banyaknya pertanyaan dan komentar terkait pendidikan agama inklusif di Indonesia. Pertanyaan dari peserta bahkan mengundang reaksi positif untuk melakukan kolaborasi penelitian dengan UIN Malang.

"Semoga kolaborasi ini dapat memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan semangat inklusif-multikultural dalam pendidikan, menciptakan masyarakat yang lebih bermartabat dan harmonis di Indonesia," pungkas Prof Zain. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES