Peristiwa Daerah

Komunitas Seniman dan Budayawan Bakal Deklarasikan Ikon Banjarnegara

Sabtu, 27 April 2024 - 12:22 | 28.16k
Wahono, Bupati Forum Kebangkitan Bangsa (FKB) Banjanegara. (Foto: FKB for TIMES Indonesia)
Wahono, Bupati Forum Kebangkitan Bangsa (FKB) Banjanegara. (Foto: FKB for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANJARNEGARA – Forum Kebangkitan Bangsa (FKB) akan menggelar sarasehan, deklarasi seni, budaya dan ikon Banjarnegara di Gedung Balai Budaya, Sabtu (11/5/2024) mendatang.

Kegiatan ini akan diikuti oleh sejumlah komunitas yang ada di Banjarnegara di antaranya komunitas seniman, budayawan, dalang, tosan aji (Pusaka Nusantara), komunitas spiritual, aktivis dan pemerhati Banjarnegara.

Wahono, Bupati Forum Kebangkitan Bangsa (FKB) kepada TIMES Indonesia, Sabtu pagi (27/4/2024) menyampaikan, kegiatan ini merupakan sebuah perjalanan para pemerhati Banjarnegara dalam rangka menemukan jati diri Banjarnegara.

"Kegiatan ini didukung oleh Disparbud Banjarnegara, Disarpus Banjarnegara, Dewan Kesenian Kabupaten Banjarnegara, yayasan Tlasih 87 dan WHOnesia Sikoji Channel," jelas Wahono.

Selaku penggagas kegiatan sarasehan, deklarasi seni, budaya dan ikon Banjarnegara, Wahono menegaskan, kegiatan ini untuk menjawab pertanyaan sejumlah pihak.

"Mengapa di hari jadi Banjarnegara ke 453 dan hari jadi Bangsa Negara ke 78, kondisi pembangunan ke masyarakat justru semakin jauh dari cita-cita para pendiri Bangsa dan leluhur?, pertanyaan inilah yang menjadi awal gagasan kami untuk melaksanakan kegiatan ini," Wahono menegaskan.

Dia berharap, saresehan yang dilanjutkan dengan deklarasi ikon Banjarnegara akan melahirkan dan menjadi semangat baru dalam membangun Banjarnegara ke depan.

Ditambahkan, Wahono, ada tiga hal yang digaris bawahi dan diharapkan terlahir dari kegiatan besok, yakni pertama identitas seni, kedua, identitas budaya dan ikon Banjarnegara.

Identitas seni, satu-satunya kesenian yang telah merasuk kedalam Nurani lebih dari 80% penduduk Banjarnegara (remaja - dewasa) adalah kesenian Embek.

Embek ini kata Wahono, tidak pernah lekang oleh sang waktu. Lahir sejak jaman wali songo, masuk ke jaman kemerdekaan, orde lama, orde baru, reformasi, millenial hingga kini masuk pada generasi Z.

"Embek terus eksis dalam gempuran persoalan kehidupan masyarakat," jelasnya lagi.

Kemudian Budaya, Budaya Banjarnegara adalah Budaya Cablaka (bilang apa adanya). Budaya Cablaka ini memang bukan hanya milik Banjarnegara saja. 

Tetapi menjadi ciri dan milik kaum Banyumasan (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap). dan saat ini telah terkikis bahkan generasi milenial (gen Z) telah lupa bahwa budaya ini merupakan budaya adiluhung warisan nenek moyang kita yang harus dilestarikan.

Dan yang ketiga lanjut Wahono, adalah ikon Banjarnegara. Kita memiliki Sungai Serayu yang begitu besar manfaatnya bagi masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya.

Untuk diketahui, sumber mata air Sungai Serayu adalah Tuk Bimolukar di Dataran Tinggi Dieng (DTD).Tempat ini menjadi hulu Sungai Serayu. 

"Melihat manfaat Sungai Serayu yang begitu besar tadi, telah menginspirasi kami untuk menjadikannya sebuah ikon Banjarnegara," imbuh Wahono, Bupati Forum Kebangkitan Bangsa (FKB) Banjarnegara. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES