Peristiwa Daerah

Kasus DBD Mulai Menurun, Kabupaten Malang Tetap Waspada Siklus Lonjakan Tiga Tahunan 

Sabtu, 27 April 2024 - 17:13 | 18.32k
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignami. (FOTO: Amin/TIMES Indonesia)
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignami. (FOTO: Amin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mencatat angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menurun pada April 2024 ini. Meski demikian, kewaspadaan masih terus ditingkatkan menghadapi siklus kenaikan kasus DBD tiga tahunan. 

Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignami mengungkapkan, terjadi kasus demam berdarah tinggu selama Januari-Maret 2024 lalu, meningkat dibanding selama periode sama tahun lalu. 

"Memang sempat naik mulai Januari sampai Maret 2024 lalu, tetapi April ini mulai turun. Di Jatim juga begitu, diperkirakan akan terus turun sampai beberapa bulan mendatang. Dan, harus diwaspadai, bisa kembali mulai meningkat akhir tahun," terang Awignami, dikonfirmasi TIMES Indonesia, Jumat (26/4/2024). 

Jumlah-kasus-mingguan-DBD.jpg

Jumlah kasus mingguan DBD di Kabupaten Malang, 2024. (FOTO: Data Dinkes Kabupaten Malang) 

Peningkatan keterjangkitan DBD, kata Awig, diperkirakan juga akan mengikuti pola atau siklus tiga tahunan, seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Dimana, kenaikan kasus akan kembali muncul pada awal 2025 mendatang. 

"Ada pola siklus tiga tahunan, selama peiode 2022-2025. Jadi, fokus waspada nanti juga mengantisipasi kenaikan kasus awal-awal 2025 nanti," tandasnya. 

Meski sudah mulai melandai, pihaknya terus mengupayakan pencegahan dan pengendalian kasus DBD. Selain memastikan tidak ada jentik nyamuk di genangan air, pengendalian DBD dilakukan dengan kajian epidemiologis kasus yang muncul, mengantisipasi agar tidak terjadi penularan. 

Pemkab Malang sendiri tidak mengeluarkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus DBD yang muncul. Kendati demikian, perintah kewaspadaan dan pengendalian terhadap DBD juga ditegaskan melalui Surat Edaran Bupati Malang, tertanggal 23 April 2024 lalu. 

SE Bupati Malang ini ditujukan pula kepada pihak rumah sakit pemerintah dan swasta, Kepala Camat, dan Puskesmas se Kabupaten Malang. 

"Memang tidak sampai DBD ditetapkan KLB. Sementara, kapasitas fasilitas kesehatan juga mencukupi. Tetapi, kami terus waspada dan berupaya, terlebih untuk awal 2025 mendatang. Kita banyak belajar dari kasus Covid-19, ya," kata perempuan berjilbab ini. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES