Peristiwa Daerah

Akun WhatsApp Pribadi Lia Istifhama Tiba-tiba Tidak Aktif, Ada Apa?

Minggu, 28 April 2024 - 15:33 | 29.49k
Foto tangkapan layar Status IG Dr. Lia Istifhama terkait akun WA pribadinya yang hilang
Foto tangkapan layar Status IG Dr. Lia Istifhama terkait akun WA pribadinya yang hilang

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Nomor WhatsApp Dr Lia Istifhama, MEI tidak bisa diakses alias menghilang sejak, Sabtu (27/4/2024) dini hari.

Kepada TIMES Indonesia, Anggota DPD RI Terpilih Dapil Jawa Timur 2024-2029 yang akrab disapa Ning Lia itu menjelaskan situasinya.

Ia mengaku jika nomor pribadinya yang sudah ia gunakan sejak beberapa tahun tersebut merupakan nomor WhatsApp yang biasa digunakan untuk berkomunikasi dengan banyak orang dan menjadi sarana proses proses kegiatan politik maupun kegiatan sosial

Keponakan Hj. Khofifah Indar Parawansa yang dikenal dengan tagline ‘Bangun Peran Tanpa Jabatan' ini menjelaskan jika dirinya memang tergolong orang yang gemar bersosialisasi di aplikasi WhatsApp.

“Malam sebelum kejadian akun WA tiba-tiba tidak bisa digunakan, saya sempat menggunakan secara normal, saya sempat menyebar informasi di grup-grup yang ada di WA saya," ujarnya.

"Terakhir saya mengunggah story terkait penganugerahan yang saya terima. Juga ada story terkait beberapa isu yang tengah berkembang di masyarakat, dan memang sudah passion saya untuk turut berpendapat atau menyuarakan apa yang bagi saya penting untuk disuarakan," ungkapnya.

Ning Lia mengaku, jika dirinya memang beberapa hari terakhi gencar merespons pelarangan jam operasional 24 jam warung Madura dan wacana pemberlakukan perda terkait tempat hiburan.

Di antara yang tampak adalah sikap tegasnya menolak warung karaoke yang menjamur di tengah pemukiman yang kental dengan kultur religiusnya di kawasan Pasuruan.

Tapi Ning Lia mengaku tiba-tiba pas waktu mencoba membuka aplikasi WhatApp, muncul di layar sebuah tulisan ‘Akun Ini Tidak Dapat Lagi Menggunakan WhatsApp’,

"Yah pasti kaget lah. Karena mungkin saya ini tergolong orang yang open dalam bersosialisasi. Saya yakin pasti banyak yang merasa telah mengirimkan pesan WA tapi tidak bisa saya buka lagi," katanya.

"Dan benar adanya, ketika saya coba story di sosmed IG (Instagram) dan FB (Facebook), memang ada yang bilang bahwa pesan WA nya tidak saya bales. Dan di situ saya jelaskan, bahwa bukan tidak bales, tapi kena hacker," paparnya.

Menurutnya, hal ini bukan karena dirinya membuka APK atau aplikasi apapun, tapi murni tiba-tiba log out otomatis.

"Jumlah grup yang saya ikuti juga dalam jumlah yang normal, itu pun grup-grup yang afiliansinya hanya terkait grup keluarga, dunia pendidikan, organisasi sosial dan politik. Jadi sepertinya ada yang sengaja melaporkan dan sayangnya, tidak ada hak jawab atau hak sanggah ya,” sambungnya.

Atas alasan itu, peraih suara terbanyak nasional kategori senator DPD RI perempuan non petahana tersebut merasa penting untuk mengisahkan pengalamannya ini.

“Saya kira penting ya, minimal agar orang tidak suudzon. Jangan ada pikiran, owalah, saat masih jadi aktivis aktif menyapa, tapi ternyata setelah jadi politisi, sudah pasang jarak dengan mengganti nomer dan sebagainya," ucap Ning Lia.

"Padahal tidak lho, ya? Karena saya sendiri juga merasa dirugikan dan pasti tidak nyaman, karena namanya interaksi sosial, pasti ada kerja sosial dan kerja politik yang sudah dan sedang dibangun,” tegasnya.

Saat ini, ia berikhtiar agar WA tersebut dapat diakses kembali. Namun sejauh ini masih nihil. Apalagi karena ini berhadapan dengan jejaring dunia maya, jadi wajar tingkat kesulitan beda dengan provider di mana kita tahu, dimana kita bisa melaporkan.

"Namun usaha tetap kita lakukan. Dan ini sudah kali kesekian, ya. Dulu sempat aplikasi WA terhenti sekian menit dan itu bukan karena tidak ada sinyal. Namun memang terhenti dimana apapun pesan yang masuk atau saya kirim, tidak masuk record, jadi bukan ter-pending, melainkan memang terhenti," akunya.

Jika melihat sepak terjangnya, Ning Lia memang berulang kali jadi korban cyber crime. Tidak sedikit ia mengalami kejadian di mana foto cantik dan data dirinya digunakan sebagai alat penipuan via media sosial, baik melalui pesan WhatsApp maupun Facebook. 

Selain itu, pencetus ‘Peran CANTIK Kaum Perempuan’ tersebut, sebelumnya ramai diberitakan akibat akun Wikipedianya yang tiba-tiba menghilang pasca ia ditetapkan sebagai anggota DPD RI oleh KPU RI.

“Iya, beberapa waktu lalu memang akun Wikipedia yang menjelaskan rekam jejak saya, hilang. Padahal itu upaya membangun edukasi politik, bahwa saya berusaha terbuka dan objektif menunjukkan rekam jejak," ujar Ning Lia lagi.

"Selain itu, akun IG relawan seperti akun @sahabatninglia juga beberapa mengalami kendala sempat ter-report, padahal tidak melakukan pelanggaran apapun, karena kami memang fokus mengangkat konten positif. Jadi kejadian semacam ini memang berulang kali,” jelasnya.

Pun mengalami rangkaian kejadian yang tidak menyenangkan, namun bukan ning Lia putri Singa Podium namanya jika tidak mencoba bertahan dan kehilangan cara untuk menunjukkan jiwa fighter-nya. 

“Bagi saya, apapun kejutan dalam sebuah perjalanan hidup, itu mau tidak mau harus dihadapi dan kita harus bertahan. Dan di sini bagi saya yang utama, pintu komunikasi jangan terputus. Ini harga mati, bahwa kita harus memiliki alternatif lain untuk tetap bisa berinteraksi sosial dengan orang lain,” ujarnya.

Putri mantan Komandan Banser NU Jatim, Alm KH Masykur Hasyim ini menegaskan jika akun Whatsapp dengan nomor 081232358*** bakalan ia laporkan ke pihak provider untuk segera dinonaktifkan, agar tidak digunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. 

"Saya memang sudah share nomer wa yang baru 081211**** , sebagai bentuk saya masih sama kok, masih membangun komunikasi secara terbuka dan tidak ada perubahan mendasar atas jabatan politik apapun," sambungnya.

"Namun saya tentu berharap nomer WA yang lama aktif kembali. Karena bagi saya, apapun potensi cyber crime, jembatan komunikasi dan sarana edukasi melalui alat media sosial, itu jangan terputus," pungkas Dr Lia Istifhama. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES