Peristiwa Daerah

Tahun Ini, Puluhan Bangunan dan Infratruktur di Kabupaten Probolinggo Rusak Akibat Bencana

Minggu, 28 April 2024 - 17:49 | 21.04k
Apel siaga bencana yang dilakukan oleh petugas gabungan saat banjir Dringu lalu. (Foto: Dokumen/TIMES Indonesia)
Apel siaga bencana yang dilakukan oleh petugas gabungan saat banjir Dringu lalu. (Foto: Dokumen/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sepanjang triwulan pertama tahun 2024, tercatat 41 bangunan dan infrastruktur di Kabupaten Probolinggo mengalami kerusakan akibat bencana alam pada musim hujan.

Selama tiga bulan terakhir, BPBD Kabupaten Probolinggo mencatat sebanyak 41 bangunan dan infrastruktur mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi.

Di antaranya, terdapat 15 rumah yang mengalami kerusakan, terdiri dari 11 unit rusak ringan, 2 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak berat.

Sementara itu, 22 unit infrastruktur juga mengalami kerusakan, dengan 4 unit mengalami kerusakan ringan dan 18 unit mengalami kerusakan sedang.

Infrastruktur tersebut meliputi jalan, jembatan, dan TPT. Selain itu, 4 unit fasilitas lainnya juga rusak akibat bencana, terdiri dari 1 unit fasilitas umum dan 3 unit fasilitas pendidikan.

Tenaga Teknis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Probolinggo, Silvia Verdiana menambahkan selama musim hujan, potensi bencana hidrometeorologi dapat terjadi.

Mulai dari tanah longsor di daerah dataran tinggi, banjir di wilayah dataran rendah, serta cuaca ekstrim dan angin kencang.

“Selama intensitas hujan yang turun cukup tinggi. Maka potensi bencana hidrometeorologi juga masih tinggi. Ini perlu menjadi atensi,” katanya.

Kondisi demikian perlu diwaspadai, pasalnya semakin tinggi intensitas hujan dan durasinya yang lama, maka ancaman bencana hidrometeorologi semakin meningkat.

“Dampak bencana hidrometeorologi juga dapat merusak bangunan dan infrastruktur. Tiga bulan ada 41 bangunan fisik mengalami kerusakan baik rusak rumah ringan hingga berat,” tandasnya.

Silvia menjelaskan, kerusakan bangunan dan infrastruktur tidak hanya disebabkan oleh bencana hidrometeorologi, tetapi juga karena kondisi bangunan dan infrastruktur yang sudah tidak kokoh lagi akibat usianya yang sudah lama.

"Imbas cuaca dan termakan waktu, sehingga konstruksinya menjadi lebih rapuh. Ketika hujan deras, bangunan tersebut mudah ambruk," pungkas Tenaga Teknis Pusdalops PB BPBD Kabupaten Probolinggo, Silvia Verdiana. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES