Peristiwa Daerah

Angka Buruh Migran Asal Pacitan Kian Melejit, Tiga Negara Ini Jadi Pilihan

Rabu, 01 Mei 2024 - 10:51 | 15.39k
Para buruh migran saat bekerja. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Para buruh migran saat bekerja. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Jumlah buruh migran asal Kabupaten Pacitan, mengalami tren peningkatan yang melejit dalam beberapa tahun terakhir. 

Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker Pacitan) mencatat, bahwa jumlah pekerja migran setempat yang terdaftar secara resmi naik rata-rata 8 hingga 10 persen setiap tahunnya.

Kepala Disdagnaker Pacitan, Asep Suherman mengungkapkan bahwa mayoritas buruh migran asal Pacitan bekerja di sektor perkebunan, caregiver, housekeeping, housemaid, manufaktur, dan konstruksi. 

"Negara tujuan utama mereka adalah Timur Tengah dan Taiwan, meskipun ada juga yang memilih bekerja di Malaysia," katanya, Rabu (1/5/2024). 

Asep menuturkan, pada tahun 2023, tercatat 69 pekerja migran asal Pacitan yang terdaftar di Disdagnaker. Sementara itu, pada akhir tahun 2023, jumlah pendaftar Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mencapai 200 orang. 

"Sedangkan hingga awal bulan Mei 2024, sedikitnya 53 orang telah mendaftar sebagai CPMI," ujarnya. 

Guna meningkatkan peluang para pekerja migran agar mendapatkan pekerjaan layak dan berpenghasilan tinggi, serta untuk meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan kerja atau eksploitasi, mereka diharuskan memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang pekerjaan. 

"Hal ini tentu perlu disikapi dengan bijak dan bertanggung jawab agar para buruh migran kita dapat bekerja dengan aman dan terlindungi," tegas Asep. 

Bagi para calon buruh migran yang ingin bekerja di luar negeri, Asep mewanti-wanti agar mereka memastikan legalitas pekerjaan, memiliki kompetensi yang sesuai, mempelajari bahasa dan budaya negara tujuan. Termasuk menjaga kesehatan dan kebugaran, serta berhati-hati terhadap penipuan. 

"Kami berharap tenaga kerja yang akan bekerja ke luar negeri benar-benar punya kompetensi dan legal. Karena mereka merupakan pahlawan devisa untuk negara, khususnya KabupatenPacitan," pintanya. 

Tak hanya itu, Asep juga mengingatkan para calon buruh migran asal Kabupaten Pacitan untuk selalu menjaga nama baik bangsa dan negara. "Kita adalah duta bangsa di luar negeri. Perilaku dan tindakan kita akan mencerminkan citra Indonesia di mata dunia," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES