Peristiwa Daerah

Ketua PW IPNU Jawa Timur: Merawat NU adalah Investasi Sosial

Sabtu, 04 Mei 2024 - 08:00 | 20.40k
Sebanyak 114 Pengurus Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU masa periode 2024-2026 telah resmi dilantik. Acara digelar di Pendopo Kabupaten Jombang. Jumat (3/5/2024).(FOTO: Bambang Cahyono/TIMES Indonesia).
Sebanyak 114 Pengurus Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU masa periode 2024-2026 telah resmi dilantik. Acara digelar di Pendopo Kabupaten Jombang. Jumat (3/5/2024).(FOTO: Bambang Cahyono/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Sebanyak 114 Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Perempuan Nahdlatul Ulama (IPPNU) periode 2024-2026 telah resmi dilantik. Acara digelar di Pendopo Kabupaten Jombang. Jumat (3/5/2024) kemarin.

Ratusan pelajar berjas biru tampak bahagia, terlihat dari raut wajahnya. Hadir dalam acara ini Pj Bupati Jombang Sugiat beserta Forkopimda Kabupaten Jombang, Ketua PCNU Kabupaten Jombang beserta jajaran, Ketua PW IPNU IPPNU Jawa Timur, dan Ketua PC IPNU IPPNU Jombang.

Menambah khidmahnya suasana lagu Kebangsaan Indonesia Raya bergema membuka kegiatan ini, dilanjutkan dengan Ya Lal Wathon hingga mars IPNU IPPNU. Pengurus baru IPNU dilantik langsung oleh Ketua PW IPNU Jawa Timur, Irfansyah sedangkan pengurus baru IPPNU dilantik oleh perwakilan Ketua PW IPPNU Jawa Timur. 

Ketua PW IPNU Jawa Timur, Irfansyah mengucapkan banyak terima kasih kepada Pj Bupati Jombang, Sugiat yang selama ini menjadi support system IPNU dan IPPNU. Waktu yang dihabiskan untuk mengurus NU diyakini dapat membawa keberhasilan nantinya. 

"Pak Pj Bupati, ngopeni (merawat) NU itu termasuk investasi sosial. Jika IPNU IPPNU aman, apa yang Pemkab Jombang inginkan siap dikolaborasikan, " ujar Irfansyah kepada TIMES Indonesia, Jumat (3/5/2024).

IPPNU-3.jpg

Terkait dengan penguatan visi kepemudaan, Indonesia sebentar lagi mencapai puncak bonus demografi. Maka dari itu penting bagi IPNU dan IPPNU untuk mengambil peran strategis, bagus, matang, dan ideal dalam menjaga kontur kepemudaan.

"Saya berharap ayo IPNU dan IPPNU kompetitif baik dengan eksternal NU atau bahkan dengan rekan sendiri. Kompetitif ini jangan dikonotasikan negatif, " tambahnya

Sementara itu, Pj Bupati Jombang, Sugiat yang sudah menjabat selama tujuh bulan menyampaikan permohonan maaf  apabila selama menjabat belum bisa memenuhi keinginan IPNU dan IPPNU. Pihaknya membuka pintu diskusi dengan IPNU dan IPPNU untuk bisa menerima segala masukan. 

"Kemarin sebelum acara ini, sudah ada audiensi dengan IPNU dan IPPNU. Alhamdulillah apa yang menjadi rencana untuk menggelar pelantikan dan Halal Bi Halal, bisa terwujud. Sebagai bapaknya Jombang, siapa saja yang mau datang saya terima," ujarnya

Menurutnya, Kabupaten Jombang memiliki wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang banyak. Maka dari itu, dalam membangun Jombang perlu upaya ekstra dan tidak bisa dilakukan sendiri. Sugiat menekankan pentingnya K3 dalam menjalankan pemerintahan. K3 tersebut yaitu koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi. 

"Mari kita wujudkan bentuk K3 ini. Saya yakin kedepannya dalam membangun Jombang tidak akan ada halangan jika K3 dilakukan. Hasilnya nanti K2, yaitu kerja ikhlas dan kerja tuntas," ujarnya

Pj Bupati Jombang berkomitmen dalam melaksanakan tugasnya mendapatkan amanah untuk melaksanakan 10 program prioritas dari Presiden RI. Adapun tugas tersebut mengatasi kemiskinan ekstrem, menurunkan angka stunting, mengendalikan inflasi, mengawasi investasi agar perizinannya tidak berbelit-belit, menjaga stabilitas situasi politik, menjaga kerukunan umat beragama dan lain sebagainya. Guna menyukseskan tugas tersebut, perlu upaya kolaborasi seluruh pihak termasuk dengan IPNU dan IPPNU. 

Sugiat juga berharap pihaknya butuh ide brilian, baru, dan segar. Selain itu, Jombang butuh pemuda yang kaya akan kreasi dan inovasi. Pemkab Jombang akan menerima ide apapun asal proporsional, efektif, efisien, serta membawa kesejahteraan umat. 

Anak muda seperti IPNU dan IPPNU adalah generasi yang kelak membawa perubahan. Guna memberikan semangat kepada pengurus baru IPNU dan IPPNU, Pj Bupati Sugiat juga menggelorakan pidato Bung Karno. 

"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia," kata Pj Bupati Sugiat mengutip pidato Bung Karno.

Selain itu, Pj Bupati Jombang juga telah mempersiapkan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) 2025-2045. Tugas ini tidak lain untuk menyambut bonus demografi menuju Indonesia emas. Terkait hal ini,  pemuda seperti IPNU dan IPPNU besar peranannya dalam menuju Indonesia emas. Organisasi kepemudaan Islam seperti IPNU dan IPPNU selama ini berkegiatan dengan sukarela dan penuh semangat perlu kita dukung dan berikan kesempatan bagi mereka ikut serta membangun Jombang.

"Pemuda adalah tulang punggung bangsa. Pemuda seperti IPNU dan IPPNU adalah tulang punggung bangsa," ujarnya

Menutup kegiatan tersebut, Pj Bupati Jombang mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi IPNU dan IPPNU untuk Kabupaten Jombang. serta berkomitmen akan membawa Jombang ke arah yang lebih baik dengan dukungan dari IPNU dan IPPNU. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES