Peristiwa Daerah

Wereng Cokelat Ancam Gagal Panen Padi di Kabupaten Purworejo

Sabtu, 04 Mei 2024 - 19:46 | 455.50k
Petani di Desa Kalitanjung, Ngombol, Kabupaten Purworejo, secara mandiri mengatasi serangan wereng cokelat. (FOTO: Hery Priyantono/TIMES indonesia)
Petani di Desa Kalitanjung, Ngombol, Kabupaten Purworejo, secara mandiri mengatasi serangan wereng cokelat. (FOTO: Hery Priyantono/TIMES indonesia)

TIMESINDONESIA, PURWOREJO – Musim tanam padi di Kabupaten Purworejo telah berjalan sejak sebulan yang lalu. Namun, ancaman gagal panen sudah menjadi kegelisahan sebagian besar petani di Kabupaten Purworejo. Betapa tidak, padi yang mulai tumbuh bersemi, kini diserang hama wereng cokelat. Karuan, para petani gelisah dan galau menghadapinya. 

Kepala Desa Kalitanjung, Kecamatan Ngombol, Lilik Saptoro mengungkapkan bahwa serangan hama wereng sudah nampak saat terjadi panen pada awal tahun ini. Namun karena saat itu akan panen dan jumlah hama wereng cokelat tidak begitu banyak dan merata,  proses panen padi tetap berjalan lancar. 

"Nah,  sekarang ini hampir sepekan para petani mengeluh tanaman padinya diserbu hama wereng. Dan serangan hama wereng ini sangat merata dan tersebar di luasan persawahan seluas 65 hektar," ungkap Lilik keoada Times Indonesia,  Sabtu (04/05/2024) siang.

Ia mengatakan,  pihak desa akhirnya turun membantu mengatasi persoalan serangan hama wereng cokelat. 
Hal yang sama juga dialami petani Desa Susuk, Kecamatan Ngombol, puluhan hektar sawah petani diserang hama wereng cokelat. "Sudah satu bulan ini tanaman padi kami diserang hama wereng coklat, " ucap Yadi (56) salah seorang petani Desa Susuk.

Ternyata serangan hama wereng juga dialami beberapa kecamatan. Di Kecamatan Pituruh ratusan hektar persawahan juga diserang hama wereng cokelat. 

Bahkan persawahan di Kawasan Kota Purworejo juga sudah lebih dulu dijamah wereng cokelat. 
Seorang petani asal Kelurahan Pangenrejo, Budi Joyo (50) mengungkapkan serangan wereng sudah sejak bulan Maret 2024.

"Saat itu justru sedang panen, namun wereng sudah menghisap buah padi yang sudah menguning. Hal itu berakibat merosotnya hasil panen kami," ungkap Budi.  

Terpisah, Luhur Pambudi, anggota DPRD Kabupaten Purworejo, mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Karena serangan hama ini berlangsung sangat cepat. Untuk itu pihaknya sudah menghubungi pihak eksekutif dalam hal ini Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Purworejo untuk mencari solusi permasalahan tersebut. 

"Dan saya pastikan permasalahan ini akan saya bawa ke Pimpinan Fraksi dan ke Pimpinan DPRD supaya bisa meninjau beberapa lokasi dibeberapa kecamatan yang terkena hama wereng untuk bisa memberikan rekomendasi kepada dinas terkait," tuturnya.  

Luhur berharap wabah hama wereng cokelat ini segera dapat teratasi tetutama solusinya oleh eksekutif pada petani petani yang terkena hama wereng  di atas 60% untuk tanaman padinya agar bisa mengantisipasi ancaman  gagal panen. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES