Peristiwa Daerah

Pesan Kiai Azaim di Bondowoso: Bersihkan Jiwa dari Rasa Benci

Senin, 06 Mei 2024 - 12:18 | 29.92k
KBR Ahmad Azaim Ibrahimy saat menghadiri acara halal bihalal dan ijazah kubro yang digelar PC Ansor Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
KBR Ahmad Azaim Ibrahimy saat menghadiri acara halal bihalal dan ijazah kubro yang digelar PC Ansor Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BONDOWOSOKHR. Ahmad Azaim Ibrahimy memimpin langsung ijazah kubro saat menghadiri Harlah Ansor dan halal bihalal yang digelar PC Ansor Bondowoso, Minggu (5/5/2024) kemarin. 

Berlangsung di Graha NU Jln MT Haryono Nomor 44 Kotakulon. Kegiatan tersebut juga dihadiri Bacabup KH Abdul Hamid Wahid, Bacabup KH Salwa Arifin, Bacawabup H Tohari, Ketua DPC PKB Ahmad Dhafir, Ketua DPD Golkar Ady Kriesna, dan ratusan kader Ansor di Bondowoso. 

Advertisement

Dalam kesempatan tersebut, KHR. Azaim menjelaskan tata cara membaca amalan ya jabbar ya qahhar, sebagaimana yang dicontohkan oleh ulama-ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). 

Menurutnya, semua amalan atau hizib harus diawali dengan tawasul atau menghadiahkan fatihah kepada Rasulullah SAW, para ulama, dan para guru. Baik saat akan membaca hizib nashor maupun hizib yang lain. 

“Kita akan baca wirid yang lain misalkan. Maka tawasul lagi, dari Rasulullah lagi,” terang pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo tersebut. 

Menurutnya, beberapa ulama juga memberikan pesan bahwa hizib atau amalan juga bergantung kepada niat dan kondisi batin pembacanya. 

Kiai Azaim menjelaskan, meskipun tata cara dan bacaannya sudah sesuai dengan ajaran ulama, tapi dalam batin pembacanya ada niat yang tidak baik, maka amalan itu akan melahirkan energi negatif. 

Misalnya di dalam batin pembacanya timbul rasa syahwat dan tertanam rasa benci pada orang lain. Maka arah amalan itu bukan mengundang kehadiran malaikat dari langit. 

Ulama kharismatik ini berpesan, agar jangan menjadikan amalan sebagai media untuk mengadili orang lain atau menghukum orang lain. Sebab hal itu justru akan merugikan pembacanya. 

“Bukan mengundang pasukan-pasukan putih, bukan aura putih yang hadir. Tapi ini akan mendatangkan aura jelek. Jadi bacaan hizib nashor, bacaannya ratib tapi penuh kebencian, maka akan berubah jadi tidak baik,” terang Kiai Azaim. 

Setelah memberikan petuah, Kiai Azaim kemudian mengijazahkan kaifiyah amalan  ya jabbar ya qahhar. "Qobilna (kami menerima ijazah," jawab jemaah yang hadir serempak. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES