Peristiwa Daerah

DTKS Pacitan Capai 288.448 Individu, Penurunan Persentase Penduduk Miskin Terus Berlanjut

Senin, 06 Mei 2024 - 14:50 | 13.34k
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Pacitan, Luky Puspitosari. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Pacitan, Luky Puspitosari. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Dinas Sosial atau Dinsos Kabupaten Pacitan mencatat hingga April 2024, terdapat 288.448 individu atau 120.801 keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Angka ini menunjukkan perluasan cakupan penerima bantuan sosial di wilayah tersebut.

"Terdapat beberapa program bantuan sosial yang disalurkan kepada masyarakat miskin di Pacitan," ujar Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Pacitan, Luky Puspitosari, Senin (6/5/2024).

Bantuan-bantuan tersebut antara lain, Program Keluarga Harapan (PKH) dengan 23.531 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan 51.286 KPM, dan bantuan permakanan untuk 1.285 jiwa lansia senilai Rp300 ribu per bulan yang dicairkan dua bulan sekali.

"Penyaluran bantuan sosial tersebut dilakukan melalui Kantor Pos dan BNI," jelas Luky.

Lebih lanjut, Luky mengungkapkan bahwa rekap DTKS tahun 2023 mencatat 290.068 individu atau 121.069 jumlah keluarga. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan data penerima manfaat dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan mencatat persentase penduduk miskin di Kabupaten Pacitan mengalami penurunan dari 13,80 persen pada Maret 2022 menjadi 13,65 persen pada Maret 2023. Hal ini menunjukkan progres positif dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.

Menurut data BPS, jumlah penduduk miskin di Pacitan pada tahun 2023 mencapai 76.20 ribu jiwa, turun 0,73 ribu jiwa dibandingkan tahun 2022. Penurunan ini patut diapresiasi, meskipun masih ada 13,65 persen penduduk Pacitan yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Garis Kemiskinan di Kabupaten Pacitan pada bulan Maret 2023 ditetapkan sebesar Rp352.606,00 per kapita per bulan. Angka ini meningkat 7,58 persen dibandingkan Maret 2022 yang sebesar Rp327.758,00.

Penurunan angka kemiskinan di Pacitan tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah, seperti penyaluran bantuan sosial, peningkatan infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Upaya-upaya tersebut perlu terus dilanjutkan dan ditingkatkan agar kemiskinan di Pacitan dapat diatasi secara tuntas. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES