Peristiwa Daerah

Hama Wereng Mengikis Padi Milik Petani, Ini Strategi Pemkab Pacitan

Selasa, 07 Mei 2024 - 12:13 | 13.92k
Kondisi padi warga Jatimalang, Arjosari, Pacitan yang ludes diserang Hama wereng beberapa waktu lalu. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Kondisi padi warga Jatimalang, Arjosari, Pacitan yang ludes diserang Hama wereng beberapa waktu lalu. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITANHama wereng kembali menyerang tanaman padi di wilayah Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Lalu bagaimana sikap Pemkab Pacitan?

Serangan hama yang mewabah pada pertengahan April 2024 lalu menyebabkan gagal panen di Desa Jatimalang, dengan hampir seluruh tanaman padi kering dan membusuk.

Tak hanya di Jatimalang, ulah Hama wereng rupanya juga meluas ke Desa Gembong. Hasil panen padi petani menyusut drastis. 

"Masih kebagian 10 sak gabah. Biasanya bisa 120 sak sekali panen," ungkap petani padi, Mubin, kepada TIMES Indonesia, Selasa (7/5/2024). 

Mubin menjelaskan, kondisi itu membuat para petani kelabakan di saat harga beras mengalami kenaikan selama beberapa bulan terakhir. 

"Hasil panen kami sebelumnya cukup buat makan sehari-hari untuk setahun. Belum lagi biaya selama musim tanam juga besar," ujarnya. 

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, keterlambatan antisipasi dari petani menjadi salah satu faktor utama penyebab serangan hama wereng ini. 

Meskipun gerakan pengendalian telah dilakukan pada akhir Maret dan awal April, namun petani tidak melakukan pengendalian lanjutan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Petani tidak melakukan gerakan pengendalian karena mendekati hari raya sehingga kesibukan di lahan terkesampingkan," jelas Sugeng. 

Hal ini mengakibatkan dampak yang signifikan pada panen padi di Desa Jatimalang dan beberapa desa lainnya. Meskipun demikian, Sugeng menuturkan bahwa situasi masih terkendali dan memastikan tidak ada serangan hama di beberapa wilayah lain. 

Dalam waktu dekat, DKPP Pacitan akan bekerja sama dengan kepala desa dan petani di Kecamatan Arjosari untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pengendalian hama padi, termasuk cara pembuatan pestisida nabati.

"Kami tetap memberikan edukasi terhadap petani untuk pengendalian hama padi. Termasuk pembuatan pestisida nabati," tambahnya. 

Berdasarkan data DKPP Pacitan, luas area panen padi di Pacitan selama periode Januari hingga Maret 2024 mencapai 4.681 hektar dengan total produksi sekitar 23.405 ton. Panen musim ini dilakukan pada area seluas 1.563 hektar dengan perkiraan total produksi mencapai 7.815 ton.

Pemkab Pacitan mengimbau agar serangan hama wereng ini menjadi pengingat bagi petani agar lebih proaktif dalam melakukan pengendalian hama untuk mencegah gagal panen dan menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Pacitan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES