Peristiwa Daerah

Perempuan Asal Jakarta Diduga Bunuh Diri di Jembatan Tunggulmas Malang

Selasa, 07 Mei 2024 - 12:49 | 23.81k
TKP penemuan jenazah perempuan di Jembatan Tunggulmas. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
TKP penemuan jenazah perempuan di Jembatan Tunggulmas. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Perempuan muda ditemukan meninggal dunia di bawah Jembatan Tunggulmas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (6/5/2024) kemarin.

Informasi yang diterima, kejadian penemuan jenazah oleh warga yang melintas tersebut sekitar pukul 23.30 WIB.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anton Widodo mengatakan, jenazah perempuan tersebut berinisial A asal Jakarta. Sejumlah warga yang tengah selfie di jembatan, menemukan jenazah perempuan berusia 20 tahun tersebut.

"Saksi yang merupakan beberapa anak muda baru saja nongkrong ngopi, lalu berfoto di Jembatan Tunggulmas. Ketika berfoto, topi salah satu saksi jatuh ke bawah dan saat dilihat, ada jenazah itu," ujar Anton, Selasa (7/5/2024).

Evakuasi jenazah dibantu oleh tim UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, karena lokasi di bawah jembatan dan sulit diakses.

"Kami dibantu damkar untuk mengevakuasi dan mengangkat jenazah. Dikarenakan lokasinya berada di bawah dan ketinggian sekitar 20 sampai 30 meter," ungkapnya.

Jenazah pun dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk dilakukan visum sembari menunggu kedatangan keluarga dari Jakarta.

Serangkaian penyelidikan pun mulai dilakukan oleh Polsek Lowokwaru. Anton menyebut, ada temuan catatan di laptop milik korban yang ditemukan di hotel tempat korban menginap.

"Penyidik menemukan sebuah tulisan dalam bentuk diketik. Keinginan korban untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri," katanya.

Ia juga menuturkan bahwa korban merupakan warga Jakarta yang datang ke Malang dengan maksud untuk healing atau liburan.

"Korban ini bekerja di Jakarta, ini datang ke Malang dan menginap di salah satu hotel di Kecamatan Lowokwaru. Informasi yang didapat, korban datang ke Malang untuk berlibur (healing)," tuturnya.

Untuk dugaan bunuh diri dan dengan cara apa ia mengakhiri hidupnya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih utuh.

Sebab, saat jenazah ditemukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara), tak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam, benda tumpul maupun patah tulang.

"Hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau benda tumpul, maupun luka fracture," ucapnya. (*)


Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES