Peristiwa Daerah

Kebakaran Rumah Kost di Denpasar Selatan, Satu Keluarga Meninggal

Selasa, 07 Mei 2024 - 13:58 | 15.51k
Polisi nampak berjaga di TKP kebakaran yang menelan 3 korban Jiwa. (Foto: Dok Humas Polresta Denpasar)
Polisi nampak berjaga di TKP kebakaran yang menelan 3 korban Jiwa. (Foto: Dok Humas Polresta Denpasar)

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Jeritan minta tolong terdengar begitu jelas saat kebakaran yang terjadi di bangunan rumah kontrakan dan kost-kostan di Jalan Dukuh Sari Gang Banteng blok I No 3 Sesetan, Denpasar Selatan, Senin malam sekira pukul 21.00 WITA (6/5/2024).

Selain suara histeris seorang perempuan, kesaksian beberapa warga yang berada di dekat lokasi kebakaran mengungkap ada suara anak kecil yang menangis dari dalam bangunan rumah kost yang mulai dilahap si Jago Merah tersebut.

Kebakaran yang belum diketahui penyebabnya ini diungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi kepada Times Indonesia, Selasa (7/5/2024). "Dari keterangan beberapa saksi mata, ada 3 korban jiwa yang menjadi korban musibah kebakaran tersebut," terangnya.

Hal tersebut dapat teridentifikasi saat api sudah berhasil dipadamkan tim Damkar Kota Denpasar yang tiba di lokasi kekabakran dimana terdapat 3 jasad tewas terpanggang di antara puing-puing yang terbakar.

"Adapun identitas korban yang meninggal belum diketahui dan masih dilaksanakan identifikasi," imbuhnya.

Sementara itu, dihubungi lewat ponselnya, saksi mata, I Gede Sulayanggi Sujana Putra (37) mengungkap bahwa ketiga korban merupakan satu keluarga yang mengontrak rumah di TKP. "Mereka merupakan warga Kabupaten Buleleng. Pagi ini sudah ada keluarganya yang datang," ungkapnya.

Ia menyebut bahwa ketiga korban ditemukan tewas di kamar mandi, diduga panik dan tidak dapat menyelematkan diri karena satu-satunya akses untuk keluar rumah adalah pintu depan yang menjadi titik awal kebakaran.

"Istrinya namanya Novi sementara anaknya namanya Tude, biasanya anak itu main ke rumah saya. Jadi saya tahu, tapi saya kurang tahu nama suaminya," tuturnya.

Sebelum kejadian, terang Sujana, Novi sempat memesan canang kepada istrinya dan saat kejadian, ia melihat api keluar dari mesin AC outdoor dimana dibawahnya terdapat 2 unit motor PCX dan Scoopy yang berdekatan dengan tabung gas.

"Penyebabnya memang belum diketahui tapi kekhawatiran saya ditimbulkannya dari dupa yang dinyalakan di dekat AC outdoor itu, kemungkinan sembahyang malam dan ditinggal tidur saat dupa masih menyala," jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan, selain menelan 3 korban jiwa, kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut sekitar Rp150 jutaan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES