Peristiwa Daerah

Jari Nenek di Surabaya Mengelupas, Damkar Turun Tangan

Selasa, 07 Mei 2024 - 19:48 | 10.50k
Petugas Damkar berhasil melepas cincin logam penyebab alergi pada jari Nenek Umianah, Selasa (7/5/2024). (FOTO: Dok. Command Center 112)
Petugas Damkar berhasil melepas cincin logam penyebab alergi pada jari Nenek Umianah, Selasa (7/5/2024). (FOTO: Dok. Command Center 112)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kejadian nahas menimpa seorang nenek di Surabaya bernama Umianah (52 tahun). Jarinya membengkak dan mengelupas akibat alergi cincin monel.

Petugas Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya bahkan sampai harus turun tangan melepas cincin tersebut dari jari manisnya. Apa pasal?

Rupanya Umianah sempat datang ke rumah sakit untuk meminta pertolongan. Namun, ia justru diarahkan menghubungi Damkar. Pihak rumah sakit angkat tangan melepas cincin itu dari jari manisnya.

Sementara warga Babatan, Kecamatan Wiyung itu tak bisa menahan rasa sakit akibat pembengkakan dan luka mengerikan.

"Beliau (Umianah, red) sempat menuju Rumah Sakit Petrokimia Gresik, akan tetapi dari pihak rumah sakit konfirmasi bahwa tidak mempunyai alat (potong). Setelah itu anak dari Sulamino (keluarga Umianah) mengarahkan ke Damkar," ujar Fajar, Petugas Command Center 112, Kota Surabaya, Selasa (7/5/2024).

Ia memperkirakan bahwa Umianah alergi logam. Demikian pula menurut alallergyasthma, situs yang membahas seputar alergi dan penyakit asma.

Alergi logam adalah salah satu jenis alergi kulit yang paling umum dan kebanyakan disebabkan oleh logam jenis nikel sebagai bahan dasar monel. Nikel digunakan dalam banyak barang sehari-hari. Seperti koin, perhiasan, hingga telepon seluler.

Alergi yang dialami Umianah kemudian diperparah usai dirinya menyantap pindang atau tongkol. Ikan laut yang banyak ditemukan kandungan histamin.

"Setelah beliau memakan ikan pindang terjadi alergi, gatal-gatal pada tangannya," lanjut Fajar.

Histamin merupakan racun tahan panas, tidak berasa dan tidak berbau yang terbentuk dari dekarboksilasi asam amino histidin oleh bakteri. Asam amino histidin merupakan asam amino yang terkandung secara alami dalam ikan. 

Menurut World Health Organization (WHO), histamin dapat ditemukan pada ikan dari kelompok Scombridae, Clupeidae dan beberapa kelompok lainnya. Keberadaan histamin dalam ikan dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi pemakannya.

Dari segi kesehatan, histamin dikenal sebagai penyebab Scombrotoxin Fish Poisoning (SFP) atau yang sering disebut keracunan histamin.

Keracunan ini disebabkan oleh konsumsi beberapa jenis ikan laut yang mengandung kadar histamin tinggi. Selain histamin, amina biogenik lainnya yang terkandung dalam ikan juga dapat menyebabkan reaksi serupa.

Cara terbaik untuk mencegah reaksi alergi terhadap logam maupun ikan adalah dengan menghindarinya. Carilah perhiasan hipoalergenik karena kecil kemungkinan menimbulkan reaksi alergi.

Saat membeli perhiasan, pilihlah perhiasan yang memiliki dokumentasi kandungan logam pada kemasannya, karena beberapa logam mungkin tidak menimbulkan reaksi.

Tidak ada obat untuk alergi logam, jadi pilihan terbaik adalah mengatasi gejalanya. Ahli alergi mungkin meresepkan salah satu obat seperti krim kortikosteroid, krim nonsteroid, kortikosteroid oral atau antihistamin oral.

Menggunakan losion yang menenangkan dapat membantu mengatasi rasa gatal. Kompres basah juga digunakan untuk meredakan gatal dan membantu mengeringkan lepuh. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES