Peristiwa Daerah

Buka Batik, Bordir & Aksesoris Fair, Pj Ketua Dekranasda Jatim: Produk Ekraf Terus Naik Kelas 

Rabu, 08 Mei 2024 - 12:18 | 13.86k
Pj Ketua Dekranasda Jatim Isye Adhy Karyono mengagumi batik karya siswa SMK, Rabu (8/5/2024).(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Pj Ketua Dekranasda Jatim Isye Adhy Karyono mengagumi batik karya siswa SMK, Rabu (8/5/2024).(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Provinsi Jatim Isye Adhy Karyono membuka Batik Bordir & Aksesoris Fair 2024 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Rabu (8/5/2024).

Pj Ketua Dekranasda Provinsi Jatim Isye dalam sambutan mengapresiasi kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh PT Debindo Mitra Tama tersebut.

"Terima kasih kepada PT Debindo Mitra Tama yang telah menyelenggarakan event yang sangat luar biasa secara konsisten dari tahun ke tahun," katanya.

Acara ini, kata Isye, sekaligus memeriahkan HUT ke-44 Dekranas sebagai sarana yang bertujuan untuk mendorong produk usaha kerajinan skala kecil menengah khususnya bidang kerajinan, fashion batik, bordir dan aksesoris lokal agar semakin dikenal di kancah dunia. 

"Produk kerajinan Jatim makin upper class (naik kelas) karena pameran di mall seperti ini," jelasnya.

Selain itu, pameran ini juga menjadi wadah bagi para pengrajin untuk mempromosikan produknya serta membangun kesadaran masyarakat agar lebih mengenal, mengetahui dan mencintai produk-produk lokal.

"Kita patut mengapresiasi keberhasilan ekonomi kreatif di Jatim yang saat ini berada di posisi kedua dan telah berkontribusi bagi ekonomi kreatif nasional," terang Isye. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jatim menyumbang angka tinggi dalam pengembangan produk-produk ekonomi kreatif dan menduduki peringkat kedua secara nasional.

Kontribusi ekonomi kreatif di Jatim mencapai 20,85 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari nasional yang berada pada angka 14 persen. 

Sementara fashion Jatim menjadi kontributor ketiga bagi industri ekonomi kreatif di Jatim selain kuliner dan kriya. 

"Hingga saat ini pelaku ekonomi kreatif di Jatim didominasi oleh pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari Surabaya dan Malang," ujarnya.

Pj Ketua Dekranasda Jatim Isye tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh Dekranasda di Jatim yang telah berperan aktif memfasilitasi dan mewadahi para pengrajin dalam menggali berbagai warisan budaya, serta memajukan potensi produk khas masing-masing kabupaten kota dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Begitu pula ia melihat minat generasi muda dalam menggunakan batik sebagai bagian fashion kian meningkat. Batik tak lagi identik dengan busana yang dipakai oleh generasi senior saja.

Ia memastikan jika Dekranasda Jatim akan terus berupaya dalam membangun sinergi melalui komunikasi dan kolaborasi serta memberikan dukungan terbaik bagi para pelaku ekonomi kreatif khususnya para pengrajin.

"Pameran ini salah satu upaya untuk ikut memberikan dukungan bagi para pengrajin di Jatim," tandasnya.

Dengan besarnya potensi industri kreatif di Jatim, Isye berharap agar Dekranasda di berbagai daerah di Jatim turut memastikan untuk memajukan kerajinan sekaligus upaya pemberdayaan dan kemandirian serta kesejahteraan para pengrajin secara lebih efisien dan efektif.

Direktur Utama PT Debindo Mitra Tama Dadang M Kushendarman pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa pameran ini sudah berlangsung selama 19 kali. 

"Batik Bordir & Aksesoris Fair merupakan pameran industri kerajinan batik dan bordir terbesar di Indonesia. Tahun ini pameran diikuti sekitar 140 peserta," kata Dadang.

Pameran tersebut merupakan sarana promosi bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memasarkan karya mereka sebagai trend fashion. Terutama dalam mengenalkan batik sebagai warisan budaya.

Tak hanya itu saja, Debindo Mitra Tama juga mewadahi hasil karya batik buatan para siswa SMK. Sebagian bentuk cara melestarikan batik di kalangan generasi muda. 

Selama pameran akan ada parade dan lelang sarung, talk show, workshop branding dan fotografi hingga fashion show. Juga ada door prize dan grand prize selama acara berlangsung dari 8-12 Mei 2024 mendatang.

Pameran diikuti oleh berbagai pelaku industri hingga perwakilan organisasi perangkat daerah. Ada Dinas Pendidikan Jatim, Dekranasda Kabupaten Lumajang, Gallery Hidayah yang menampilkan beraneka kaligrafi, Batik Nuri 9, Bian Mahyra, Pemkot Malang, Namira Ecoprint, Batik Sapu Jagad, Baru Kalimantan, Yoga Art, Domas Batik, Agung Wibowo Batik, Dientje Jewelry, Batik Alyasari dan masih banyak lagi yang lainnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES