Peristiwa Daerah

Pj Wali Kota Malang Bakal Ganti Proyek Jacking dengan Drainase Biasa

Rabu, 08 Mei 2024 - 21:25 | 15.69k
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mulai bersiap melanjutkan proyek jacking di Jalan Bondowoso hingga Jalan Tidar. Namun, proyek yang telah mangkrak 10 tahun tersebut bakal dilanjutkan dengan pengerjaan drainase biasa.

Kelanjutan proyek jacking ini juga menyusul keputusan majelis hakim di tingkat kasasi yang telah dimenangkan oleh Pemkot Malang.

"Alhamdulilah putusan MA kita menang. Sekarang tinggal eksekusi saja, tinggal beberapa meter saja. Sehingga, kami tidak akan melanjutkan jacking (tidak menggunakan jacking, tapi drainase biasa)," ujar Wahyu, Rabu (8/5/2024).

Ia mengungkapkan, dari hasil pengecekan kondisi eksisting saat ini, model jacking yang sudah sempat dikerjakan sejak tahun 2013 itu tidak dapat dimanfaatkan. Sehingga, kelanjutan pekerjaannya, akan dilakukan seperti pembangunan drainase.

"Jadi kan sudah kita cek (eksisting) itu hanya karena dengan model yang saat ini sudah tidak bisa kita manfaatkan. Di sisi lain pun nilainya juga besar. Ya saluran drainase biasa," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Wahyu, kontur tanah yang sudah terbentuk saat ini juga telah terarah. Sehingga, ia menilai hanya tinggal mengalirkan saja.

"Karena kalau kita lihat konturnya, itu sudah terarah. Jadi tinggal mengalirkan saja. Jadi kan kita tinggal beberapa meter saja untuk menyambung," katanya.

Untuk menyambungkan, Wahyu berharap bisa dianggarkan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). Sebab, menurutnya anggaran yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar. Dengan waktu pengerjaan yang juga relatif lebih singkat.

"Mudah-mudahan bisa kita anggarkan di PAK, karena itu alokasi anggarannya juga tidak terlalu besar dan pengerjaannya juga cepat," tuturnya.

Untuk pengerjaan ini, dibutuhkan sekitar Rp7 miliar hingga Rp10 miliar. Dengan demikian, jika memang tak mungkin, ia juga tak mempermasalahkan jika proyek ini digarap tahun depan.

"Karena (proyek jacking) kan hanya tinggal beberapa meter, cuma memang diameternya yang besar. Itu kan sudah tidak dimanfaatkan di atas 10 tahun, tidak ada pemanfaatannya," ucapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES