Peristiwa Daerah

Saling Dorong Berebut Gunungan, Meriahkan Tradisi Sedekah Bumi Guwo Manduro

Kamis, 09 Mei 2024 - 14:25 | 27.27k
Suasana saling dorong dan berebut gunungan hasil panen raya dalam Tradisi Sedekah Bumi Dusun Guwo, Desa Manduro, Kabuh, Jombang. Kamis (9/5/2024). (FOTO: Bambang Cahyono/TIMES Indonesia)
Suasana saling dorong dan berebut gunungan hasil panen raya dalam Tradisi Sedekah Bumi Dusun Guwo, Desa Manduro, Kabuh, Jombang. Kamis (9/5/2024). (FOTO: Bambang Cahyono/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Suara riuh gemuruh dan tawa ceria mengiringi momen istimewa saat warga Dusun Guwo, Desa Manduro, Kabuh, Jombang berkumpul untuk merayakan tradisi Sedekah Bumi, Kamis (9/5/2024).

Acara ini menjadi bukti nyata kekayaan budaya dan kebersamaan yang masih dijaga dengan baik di tengah arus modernisasi.

Momen Sedekah Bumi di Dusun Guwo merupakan bagian penting dari warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi hingga saat ini masih lestari.

Saipin, Kepala Dusun Guwo mengatakan bahwa tradisi ini merupakan wujud rasa syukur atas berkat rohmat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan anugerah yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, tradisi ini juga menjadi bentuk kepedulian sosial, di mana warga bersatu, gotong-royong untuk berbagi dengan sesama.

“Sedekah Bumi adalah momen satu kali setiap Tahun yang ditunggu-tunggu di Dusun Guwo, Manduro. Kami semua berpartisipasi untuk mempersiapkan gunungan berisi hasil panen dan aneka jajan pasar. Ini adalah cara kami bersyukur dan berbagi dengan warga yang membutuhkan,” ungkap Saipin, Kepala Dusun Guwo kepada TIMES Indonesia, Kamis (9/5/2024).

Toni Wulyo, Ketua Kelurahan Pemuda Dusun Guwo menjelaskan bahwa dalam sedekah bumi itu terdapat 22 gunungan yang diisi dengan hasil panen, buah-buahan, jajanan pasar dan makanan tradisional ditempatkan di tengah-tengah area yang telah dihiasi dengan hiasan berwarna-warni. 

Sejumlah 60 Pemuda Dusun Guwo kemudian berpencar, mengarak dan membawa gunungan tersebut ke tempat yang telah disiapkan. Dalam suasana penuh kebersamaan menciptakan pemandangan yang indah dan penuh makna. Namun, belum sampai dibacakan doa selametan oleh sesepuh Dusun, gunungan itu sudah menjadi rebutan warga yang hadir di lokasi.

Tradisi-Sedekah-Bumi-2.jpg

“Tradisi Sedekah Bumi bukan hanya soal berbagi hasil panen, tetapi juga tentang kebersamaan dan gotong-royong. Masyarakat Dusun Guwo bersatu tanpa memandang perbedaan dan saling membantu dalam merayakan acara ini,” paparnya.

Selain itu, momen ini juga menjadi ajang menjaga dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda agar mereka tetap menghargai dan melestarikannya.

Warga Dusun Guwo Manduro tidak hanya berbagi hasil panen, tetapi juga berbagi tawa, senyum, dan kebahagiaan. 

“Tradisi Sedekah Bumi menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur dapat terus hidup dan berkembang dalam masyarakat. Semoga tradisi ini tetap lestari dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menjaga kearifan lokal dan semangat berbagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Mbah Sumani salah satu warga yang mengikuti acara itu mengaku bahagia mengikuti sedekah desa yang diadakan rutin setiap tahunnya. 

“Seru sekali, tadi dapat makanan, buah-buahan meski harus berebutan dengan warga yang lain. Senang sekali pokoknya,” kata Nisa yang antusias menyaksikan tradisi Sedekah Bumi Guwo Manduro.

Untuk menambah semarak gelaran sedekah bumi kali ini, Dusun Guwo Desa Manduro juga menyiapkan berbagai macam hiburan seperti dihari pertama hiburan elektone. Di hari kedua karawitan campursari dan gamelan.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES