Peristiwa Daerah

Puluhan Monyet Menyerang Lahan Pertanian, Warga Desa Luwung Rakit Banjanegara Resah

Kamis, 09 Mei 2024 - 17:55 | 23.30k
Camat Rakit, Banjanegara Rakiwan didampingi Kadus Cikura, Slamet Pujianto saat bertemu Ny Daryati, salah satu korban yang diserang kera saat berada di kebunnya. (FOTO: Muchlas Hamidi/TIMES Indonesia)
Camat Rakit, Banjanegara Rakiwan didampingi Kadus Cikura, Slamet Pujianto saat bertemu Ny Daryati, salah satu korban yang diserang kera saat berada di kebunnya. (FOTO: Muchlas Hamidi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANJARNEGARA – Warga di Kampung Cikura Desa Luwung Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara resah akibat serangan kawanan monyet yang datang dari hutan di kawasan desa setempat.

Diduga kawanan kera yang diperkirakan jumlahnya lebih dari 50 ekor itu kelaparan sehingga menyerang tanaman dan buah - buahan milik warga.

Menurut keterangan sejumlah warga di Kampung Cikura, serangan monyet sebenarnya sudah dirasakan enam bulan yang lalu. 

berada-di-kebunnya-2.jpg

Awalnya kawanan monyet yang jumlahnya puluhan hanya menyerbu tanaman yang ada di kampung, namun belakangan ini monyet tesebut semakin mengganas hingga merusak genting rumah penduduk.

Hal ini dibenarkan oleh Slamet Pujianto, Kepala Dusun (Kadus) Cikura, Kamis (9/5/2024). "Kawanan monyet tersebut tidak hanya merusak rumah mas, tapi menyerang warga. Tapi Alhamdulillah tidak ada yang terluka," ujarnya.

Slamet menyampaikan, kawanan kera awalnya hanya menyerang hasil bumi di kebun warga, seperti buah - buahan, seperti pisang, ketela, jambu citra, dukuh dan rambutan.

berada-di-kebunnya-3.jpg

Tapi tiga bulan terakhir ini kawanan monyet sudah berani turun ke kebun sekitar rumah dan pelataran rumah. Tiga rumah warga yang di rusak adalah milik Kitriyati, Muhasan dan Pujo.

Ny Kritriyati saat ditemui si rumahnya mengaku, jika kawanan kera sudah berkali - kali datang ke rumahnya. Karena datangnya bergerombol, maka ia memilih sembunyi di dalan rumah karena takut diserang.

"Kera tersebut merusak genting dan asbes, mungkin mencari jalan masuk ke rumah. Jadi ya pada bocor pak rumah saya," tuturnya.

Ia berharap agar kawanan monyet diusir. Senada juga disampaikan Ny Haryati, salah satu korban yang diserang monyet.

"Kemarin, warga mengusir monyet dengan petasan, tapi sekarang kera tidak takut lagi," jelasnya.

Karena sudah semakin sehingga melapor ke Camat Rakit, Rakiwan yang intinya mohon serangan kawanan monyet agar segera ditindaklanjuti atai ditangani karena semakin meresahkan masyarakat. Monyet diperkirakan tinggal hutan di lereng Sungai Serayu Dusun Cikura setempat. 

Camat Rakiwan, meminta dinas terkait untuk bisa segera menindaklanjuti keluhan warganya mengingat keberadaan sekawanan kera tersebut, sangat meresahkan warga.

Disamping menyerang tanaman warga, kawanan kera tersebut sudah berani memasuki wilayah pemukiman penduduk.

"Sudah ada tiga rumah warga yang dirusak, ya mereka masuk ke kandang sekitar rumah, ada yang merusak genting rumah warga. Karena jumlahnya banyak, warga tidak berani berbuat apa - apa kecuali ngumpet di dalam rumah, karena takut," ungkap Rakiwan.

Masyarakat kata Rakiwan banyak mengalami kerugian, akibat tanaman dan buah - buahan diserang. "Yang sangat kita khawatirkan, monyet menyerang warga. Ini sudah terjadi, seorang ibu diserang saat berada di kebun duriannya. Wanita ini tidak terluka karena ada yang menyelamatkan," imbuh Rakiwan.

Sementara menurut pengamatan TIMES Indonesia saat berasa di tempat kejadian, lokasi pemukiman warga yang diserang kawanan monyet hanya berjarak 30 meter dari hutan pinggiran Sungai Serayu.

Hari itu memang tidak tampak satu kerapun ada di sekitar hutan tersebut. Namun banyaknya pepohonan besar dan pohon buah milik warga memungkinkan kawasan tersebut menjadi tempat yang nyaman bagi bersembunyi kawanan kera tersebut.

Sementara sumber di Damkar Kabupaten Banjarnegara menyebutkan, pada Selasa pagi (8/5/2024) menindaklanjuti laporan warga tim dari Damkar dan BKSDA Wonosobo sudah turun ke lokasi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES