Peristiwa Daerah

Banjoewangi Kolo Semono, Wadah Lestarikan dan Angkat Nilai Warisan Budaya

Kamis, 09 Mei 2024 - 18:29 | 13.34k
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Ainur Rofiq. (Foto: Anggara Cahya /TIMES Indonesia)
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Ainur Rofiq. (Foto: Anggara Cahya /TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Mulai dari pameran kerajinan klasik, kuliner tradisional, hingga kompetisi kesenian tradisional dihadirkan dalam agenda ‘Banjoewangi Kolo Semono’, yang bakal diselenggarakan sebagai wadah dari pelestarian serta mengangkat nilai warisan budaya Bumi Blambangan.

‘Banjoewangi Kolo Semono’ atau dalam bahasa Indonesia diartikan Banyuwangi masa itu, merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah Banyuwangi, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat, dalam rangka nguri-nguri budaya dalam bentuk pameran kerajinan, kuliner tradisional dan kompetisi budaya.

“Ini adalah upaya pelestarian seni budaya, baik yang berupa benda maupun yang tak benda,” ucap, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Banyuwangi Ainur Rofiq, Kamis (9/5/2024).

Untuk itu, Disbudpar Banyuwangi mengajak masyarakat untuk turut andil dalam melestarikan dan mengangkat tradisi budaya dengan ikut dalam kompetisi. Dalam pertunjukan budaya tersebut dibagi menjadi beberapa perlombaan, yaitu lomba musik tradisi dan sinden, kemudian lomba tari tradisi kreasi baru, dan lomba yang ketiga yakni teater tradisi.

Kontes kesenian dengan total hadiah uang tunai sebesar Rp32.500.000 dan keseluruhan total hadiah mencapai Rp50 juta itu, mulai membuka pendaftaran sejak sejak 6 Mei dengan batas akhir pendaftaran hingga 26 Mei 2024.

Poster-Banjoewangi-Kolo-Semono.jpgPoster Banjoewangi Kolo Semono. (Foto: Anggara Cahya /TIMES Indonesia)

Diciptakannya lomba tari tradisi kreasi baru tersebut bukan tanpa alasan. Dengan lomba tersebut diharapkan bisa mendorong sanggar-sanggar tari atau komunitas seni untuk menggali kreativitas dalam menciptakan tarian baru dengan menggabungkan unsur-unsur tradisi dengan kreasi kontemporer.

Selain itu, lomba tari tradisi kreasi baru juga dapat menjadi cara melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional dengan pendekatan yang segar dan inovatif. Termasuk memperkenalkan karya tari baru yang mencerminkan nilai-nilai budaya lokal kepada masyarakat.

Sedangkan untuk perlombaan musik tradisi dan sinden serta lomba teater tradisi bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan musik dan seni teater tradisional. Tak luput juga, sebagai upaya mendorong kreativitas bakat dan minat hingga membangun kesadaran akan warisan budaya lokal.

Dijadwalkan, agenda ‘Banjoewangi Kolo Semono’ bakal digelar pada tanggal 1 sampai 7 Juni 2024 di Kantor Disbudpar Banyuwangi. Bagi masyarakat yang tergabung dalam komunitas maupun sanggar seni bisa mengakses informasi pendaftaran melalui link: s.id/lomba_kolosemono. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES