Peristiwa Daerah

Ratusan Bonsai Cantik Tampil di Pameran Bonsai Nasional Kediri

Jumat, 10 Mei 2024 - 03:34 | 30.89k
Keindahan bonsai di pameran nasional PPBI Kediri. (FOTO: Yobby/TIMES Indonesia)
Keindahan bonsai di pameran nasional PPBI Kediri. (FOTO: Yobby/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Ratusan bonsai dari berbagai jenis dan ukuran tampil di ajang pameran nasional Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Kediri. Berlangsung di kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG), pameran ini bertujuan memperlihatkan potensi budidaya bonsai di Kabupaten Kediri dan sekitarnya. 

"Peserta ada 930, dibagi menjadi empat kelas yakni prospek, pratama, madya, dan utama. Kategori prospek diikuti sekitar 500 peserta, pratama ada 350 peserta, sementara di madya dan utama sekitar 55 peserta," ujar Ketua Pelaksana pameran bertajuk "Panjalu Jayati Bonsai Kediri" Den Basito, Kamis (9/5/2024). 

Keindahan-bonsai-2.jpg

Ratusan bonsai, kata Den Basito, tidak hanya berasal dari dalam wilayah Kediri Raya tapi juga dari wilayah lain di seluruh Indonesia. Mulai dari Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Situbondo.

"Para penghobi bonsai dari Jakarta, Bali, dan Sumatera juga turut hadir," tambahnya. 

Ratusan bonsai ini sendiri semua dinilai untuk menentukan bonsai terbaik. Penilaian dilakukan selama dua hari yakni pada 7-8 Mei. Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri, dari tiga kelas yakni pratama, madya, dan utama diambil 10 terbaik. 

Keindahan-bonsai-3.jpg

Kemudian dari situ dilakukan kembali penilaian untuk menentukan tiga bonsai terbaik atau best in show.  Untuk gelar terbaik pertama diraih bonsai asal Surabaya, lalu terbaik kedua berasal dari Cepu. "Dimenangkan bonsai dari kelas madya. Tidak harus kelas yang tinggi yang menang," pungkasnya. 

Bagikan Bonsai Untuk Masyarakat 

Bonsai - bonsai yang ditampilkan di perhelatan ini sukses mencuri perhatian para pengunjung. Salah satunya pengusaha yang juga bakal calon Bupati Kediri Deny Widyanarko. 

Ia mengungkapkan, kehadirannya tidak hanya untuk menikmati keindahan bonsai yang tampil dalam pameran tersebut, tapi juga untuk belajar untuk merawat bonsai. "Kalau saya suka bonsai yang punya gaya berlekuk-lekuk," tuturnya. 

Deny sendiri membawa pulang sejumlah bonsai, mulai dari harga Rp 1 juta sampai yang termahal seharga Rp 25 juta. "Dulu waktu muda saya suka bonsai. Ini saya ingin belajar lagi bonsai, jadi saya beli beberapa untuk di rumah," tambahnya.

Beberapa bonsai tersebut, juga sempat dibagikan ke masyarakat yang hadir dalam pameran tersebut, tidak terkecuali untuk anak-anak. 

"Sisi ekonomi bonsai sangat luas biasa. Saya harap masyarakat bisa terus mencintai dan menumbuh kembangkan bonsai sampai memiliki nilai ekonomi," pungkas Deny. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES