Kisah Ibrahim, Mantan Kusir Jadi Jemaah Calon Haji Tertua Pacitan

TIMESINDONESIA, PACITAN – Di usianya yang ke-87 tahun, seorang mantan kusir akhirnya mewujudkan mimpinya untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Namanya Ibrahim, dia merupakan Jemaah Calon Haji (JCH) tertua di Kabupaten Pacitan.
Ibrahim menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan berbagai profesi, mulai dari kusir kuda, petani, guru honorer, hingga pernah menjadi kepala desa.
Advertisement
Kegigihannya dalam bekerja dan menabung selama bertahun-tahun bersama sang istri, Siti Sofanah, akhirnya membuahkan hasil. Enam tahun lalu, mereka mendaftarkan diri untuk berangkat haji.
"Alhamdulillah senang, akhirnya bisa berangkat memenuhi panggilan Allah SWT. Enggak perlu khawatir, nanti ditemenin istri saya," kata Ibrahim saat ditemui TIMES Indonesia di rumahnya, Sabtu (11/5/2024).
Meskipun usia yang sudah lanjut, Ibrahim tetap semangat untuk menunaikan ibadah haji. Dia mengaku sudah siap secara fisik dan mental untuk menjalani prosesi haji.
"Semoga masih diberikan umur panjang. Harapannya tetap diberikan kesehatan semuanya lancar, bisa menjadi haji mabrur dan pulang dengan selamat kembali ketemu anak cucu," pungkasnya.
Ibrahim dan 303 jamaah haji lainnya dari Pacitan akan memulai perjalanan spiritual mereka ke Tanah Suci pada tanggal 13 Mei 2024 malam.
Para tamu Allah akan diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten menuju Asrama Haji Sukolilo. Keesokan harinya, pada tanggal 14 Mei, mereka diwajibkan sudah masuk Asrama Haji Sukolilo untuk bersiap menjelajahi Tanah Suci.
Penerbangan ke Tanah Suci dijadwalkan pada tanggal 15 Mei 2024 pukul 05.30 WIB dari Bandara Internasional Juanda Surabaya.
Kisah Ibrahim yang merupakan warga RT 003 RW 001 Dusun Nglebengan, Desa Menadi, Kecamatan Pacitan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kegigihannya dalam bekerja, menabung, dan mewujudkan mimpi menghantarkan calon haji tertua di Kabupaten Pacitan ini untuk menunaikan ibadah Haji 2024. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Hendarmono Al Sidarto |
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |