Peristiwa Daerah

Gunung Ibu di Malut Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 5 Kilometer

Senin, 13 Mei 2024 - 09:50 | 13.56k
Kolom abu vulkanik membumbung keluar setinggi lebih kurang 5.000 meter dari puncak Gunung Ibu di Maluku Utara, Senin (13/5/2024). (Foto: ANTARA/HO-PVMBG)
Kolom abu vulkanik membumbung keluar setinggi lebih kurang 5.000 meter dari puncak Gunung Ibu di Maluku Utara, Senin (13/5/2024). (Foto: ANTARA/HO-PVMBG)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekam aktivitas erupsi yang menghasilkan kolom abu setinggi lima kilometer dari puncak Gunung Ibu yang berada di barat laut Pulau Halmahera, Maluku Utara (Malut).  

Kepala PVMBG Hendra Gunawan mengungkapkan letusan itu terjadi pagi ini pada pukul 09.12 WIT. "Suara dentuman dan gemuruh terdengar sampai ke pos pengamatan Gunung Ibu," ujarnya dalam laporan yang diterima di Jakarta, Senin (13/5/2024).

Hendra melaporkan kolom abu setinggi lima kilometer itu tampak berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Letusan itu terekam melalui alat seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sementara 5 menit 6 detik. Ketika laporan dibuat erupsi masih berlangsung.

PVMBG menerbitkan VONA color (Volcano Observatory Notice for Aviation) yang dipakai sebagai kode warna yang digunakan untuk memperingatkan dini erupsi gunung demi keamanan penerbangan. Kode warna VONA terdiri dari merah, oranye, kuning, dan hijau.

"VONA colour Gunung Ibu dari oranye menjadi merah," ujar dia.

Sejak 8 Mei 2024, Gunung Ibu yang memiliki ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut itu berstatus siaga atau level III. PVMBG meningkat status gunung api bertipe strato itu akibat peningkatan aktivitas vulkanik dan kegempaan.

PVMBG merekomendasikan penduduk di sekitar Gunung Ibu agar tidak beraktivitas mendaki dan mendekati gunung itu dalam radius 3 kilometer dan perluasan sektoral berjarak 5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif.

 Jika terjadi hujan abu, maka masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

 "Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong, dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah," kata Hendra. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES