Peristiwa Daerah

Begini Klarifikasi Disparbudpora Bondowoso Soal Support untuk Peserta Ajang Ekowisata Jatim 2024

Senin, 13 Mei 2024 - 16:53 | 17.95k
Kabid Pariwisata pada Disparbudpora Bondowoso Yuni Dwi Sri Handayani (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Kabid Pariwisata pada Disparbudpora Bondowoso Yuni Dwi Sri Handayani (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso akhirnya angkat bicara soal adanya keluhan orang tua siswa yang anaknya menjadi pemenang di ajang Ekowisata Jawa Timur 2024.

Sebelumnya, wali siswa bernama Lidia Selvi Dwi Febriani sempat membeberkan sejak 2018 sampai sekarang tidak ada sedikitpun intervensi dari Pemkab Bondowoso. 

Padahal anaknya, Irene Imarizy Elusay sudah berkali-kali menang ajang serupa dan membawa nama daerah. Baik di tingkat provinsi maupun di tingkat Jawa Timur. 

Kabid Pariwisata pada Disparbudpora Bondowoso Yuni Dwi Sri Handayani menjelaskan, bahwa dinas tidak tahu jika ada ajang tersebut. Bahkan ibu siswa tersebut mengajukan proposal setelah anaknya juara di tingkat provinsi, dan masuk nasional. 

“Itu ada proposal anggaran ke kami, sebesar dengan item ini ini,” kata dia saat dikonfirmasi, Senin (13/5/2024). 

Pihaknya pun mempelajari proposal tersebut atas perintah Kepala Disparbudpora. Namun memang tidak ada anggaran untuk ajang semacam itu. “Kalau kita di pemerintahan ini, saya selaku Kabid tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Kami harus lapor pimpinan,” terang dia. 

Ia juga mengungkapkan, bahwa pendaftaran untuk ikut dalam ajang itu juga tidak melalui Disparbudpora. “Gak tahu lewat sekolah atau mandiri, yang jelas kami di dinas tidak tahu ada ajang itu,” imbuh dia. 

Menurutnya, jika ada kegiatan di Provinsi Jatim atau ajang dari Kementerian dan melalui dinas pasti akan difasilitasi. Misalnya seperti kegiatan Kacong Jebbing, Festival Dewi Cemara, ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) dan sejenisnya.

Tetapi untuk Ekowisata Jatim ini lanjut dia, pihaknya tidak tahu. Apalagi kalau berbicara dana, maka harus dianggarkan saat pengajuan. Sebab dalam birokrasi lanjut dia, lima rupiah pun harus jelas peruntukan dan wajib dilaporkan. Sehingga tidak bisa semerta-merta mencairkan anggaran. 

“Kami tidak tahu kalau ada ajang itu (Ekowisata), itu yang menyelenggarakan katanya yayasan. Kami tidak tahu itu,” tegas dia. (*)

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES