Peristiwa Daerah

Berbeda dari Pelatihan Lain, Pelatihan INAS PMB Merupakan Pelatihan Level Tertinggi

Senin, 13 Mei 2024 - 22:52 | 15.93k
Tim instruktur pelatihan Instruktur Nasional Penguatan Moderasi Beragama (INAS PMB), Marzuki Wahid. (FOTO: dok. Kemenag for TIMES Indonesia)
Tim instruktur pelatihan Instruktur Nasional Penguatan Moderasi Beragama (INAS PMB), Marzuki Wahid. (FOTO: dok. Kemenag for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tim instruktur pelatihan Instruktur Nasional Penguatan Moderasi Beragama (INAS PMB), Marzuki Wahid merasa bangga bicara tentang tentang penguatan moderasi beragama.

Marzuki mengatakan, moderasi beragama bukan program atau project, melainkan panggilan jiwa, panggilan agama, panggilan kebangsaan, dan panggilan kemanusiaan. 

“Karena Indonesia yang beragam ini, dengan berbagai dimensi dan strukturnya membutuhkan moderasi beragama,” ucap Marzuki Wahid dalam keterangan persnya kepada TIMES Indonesia, Senin (13/5/2024).

Selain itu, Marzuki juga menjelaskan, baginya, moderasi beragama adalah sebagai jawaban atas realitas Indonesia, yang ditakdirkan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Esa. 

“Oleh karena itu, saya selalu bangga dan senang menjadi bagian dari penguatan moderasi beragama,” jelas Marzuki. 

Ia menerangkan, pelatihan instruktur nasional kali ini, peserta bukan hanya dari Kementerian Agama saja, tetapi juga melibatkan kementerian dan lembaga lainnya, seperti perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan. 

“Ini satu energi yang besar untuk mengawal Indonesia yang beragam. Ini adalah takdir Tuhan yang harus dikawal, dijaga, dan kita wujudkan terciptanya keadilan dan kemakmuran seperti amanat Tuhan itu sendiri,” terangnya.

INAS-PMB-2.jpgKepala Balitbang dan Diklat Kemenag Suyitno. (FOTO: dok. Kemenag for TIMES Indonesia)

Marzuki berharap seluruh peserta instruktur nasional ini dapat menjadikan peluang untuk berbakti, mengabdi, dan berjuang untuk Indonesia yang lebih baik. 

“Saya yakin, semakin banyak teman-teman yang dilatih, maka akan semakin banyak yang merasa confident berbicara moderasi beragama,” harapnya.

Pelatihan Level Tertinggi

Sebelumnya, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan bahwa pelatihan Instruktur Nasional Penguatan Moderasi Beragama (INAS PMB) angkatan IV dan V tahun 2024, merupakan pelatihan level tertinggi atau the first range yang berlandaskan pada kebutuhan negara atau kebutuhan institusi. 

“Pada pelatihan ini akan penyamaan persepsi dalam menanamkan moderasi beragama kepada para dosen, aktivis, organisasi masyarakat, dan para pejabat eselon II pada kementerian dan lembaga,” ujar Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag Suyitno di Ciputat, Minggu malam (12/5/2024) kemarin.

Dengan menitikberatkan pada kebutuhan institusi, pelatihan ini dianggap sebagai langkah terdepan dalam upaya memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Oleh karen itu, nantinya akan dilakukan pretest dan diakhiri dengan post test untuk mengukur kognitifnya, supaya tidak ada miss perception. 

Selain sesi teoritis, pelatihan INAS PMB juga melibatkan studi lapangan sebagai studi empiris untuk memahami secara langsung kehidupan moderasi beragama dalam berbagai konteks. "Ini diharapkan agar ketika ada kasus yang serupa, INAS memiliki pemahaman yang mendalam terhadap karakteristiknya dan mampu mengatasinya," tambah Suyitno.

Suyitno juga menekankan bahwa pelatihan INAS PMB akan menjadi program yang berkelanjutan, mengingat sasaran pesertanya yang sangat besar, mencapai hampir tiga juta individu baik dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN. 

"Mengacu pada data nasional ASN, kita memiliki lebih dari 4 juta ASN, di mana Kementerian Agama sendiri memiliki sekitar 230.000 ASN. Namun, jika ditambah dengan non-ASN termasuk berbagai organisasi masyarakat, totalnya mencapai sekitar tiga juta orang," ungkapnya.

Pelatihan INAS PMB Angkatan IV dan V Tahun 2024 ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia, serta menjadi ajang untuk menghasilkan instruktur yang berkualitas dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di berbagai lapisan masyarakat. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES