Peristiwa Daerah

STP Bogor Sosialisasikan Strategi Oleo Food Sawit untuk Industri Perhotelan dan Bisnis Kuliner

Selasa, 14 Mei 2024 - 13:46 | 11.40k
STP Bogor perkenalkan manfaat sawit bagi dunia industri pariwisata di IPB Bali. (FOTO; Susi/TIMES Indonesia)
STP Bogor perkenalkan manfaat sawit bagi dunia industri pariwisata di IPB Bali. (FOTO; Susi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BALI – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) didukung oleh IPB Internasional mengadakan kegiatan Workshop Sosialisasi Pemanfaatan Produk Oleofood Sawit (Cocoa Butter Substitute, Non-Dairy Creamer, Frying Fat, Shortening) pada Industri perhotelan dan bisnis kuliner.

Digelarnya workshop didorong oleh aspek makanan atau kuliner dalam industri pariwisata memegang peranan penting untuk menarik minat wisatawan berkunjung di Bali.

Seruni Dinitri, SKM, MPar, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor menyampaikan motivasi tersebut membuat pihaknya menggelar workshop di Auditorium IPB Internasional Bali, Selasa (14/5/2024).

"Karena wisatawan memiliki ketertarikan dengan nilai historis makanan pada setiap daerah yang mereka kunjungi. Oleofood sebagai salah satu produk hilirisasi CPO dapat mengambil peran untuk mendukung sektor pariwisata, khususnya dalam industri pariwisata dan bisnis kuliner. Produk-produk oleofood sawit diantaranya minyak goreng, margarin, shortening, non- dairy creamer (NDC), frying fat, cocoa butter substitute (CBS), salad oil, vegetable ghee, dan lain sebagainya," paparnya dalam konferensi pers yang digelar di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa produk CBS dapat dimanfaatkan pada pastry, bakery dan cake. Produk NDC dapat dimanfaatkan pada minuman kekinian dan minuman tradisional (bajigur, cendol, bandrek), makanan khas daerah (aneka gulai dan aneka soto).

"Produk frying fat dan shortening digunakan pada pengolahan steak dan frozen food. Pemanfaatan produk-produk oleofood dari sawit ini menjadi aneka produk olahan pangan dan minuman dapat meningkatkan pasar produk turunan sawit untuk pasar domestik dan ekspor, " katanya.

Mencermati peluang tersebut, maka perlu disosialisasikan pemanfaatan oleofood sawit di industri pariwisata, perhotelan, bisnis kuliner dan catering UMKM serta sekaligus membuka ruang diskusi antara pemangku kepentingan yaitu industri CPO, industri refinery, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), pemerintah, peneliti, dosen, mahasiswa, jurnalis.

Selain itu, pengusaha UMKM di bidang café, resto dan catering, masyarakat umum lainnya, untuk mendapatkan gambaran peluang dan tantangan pemanfaatan produk-produk oleofood sawit dalam mendukung industri pariwisata, perhotelan, bisnis kuliner, café, resto dan catering UMKM yang sekaligus meningkatkan pemanfaatan produk turunan sawit untuk pasar domestik dan ekspor.

"Kegiatan Workshop ini bertujuan agar peserta mendapatkan gambaran dan informasi produk oleofood berbasis minyak sawit yang potensial untuk dimanfaatkan di industri perhotelan dan UKMK," paparnya.

Selain mendapatkan informasi teknologi dan teknik pengolahan produk pangan dan minuman olahan berbahan oleofood sawit bernilai tambah tinggi, workshop ini diharapkan dapat Meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai penggunaan produk oleofood sawit pada industri perhotelan dan UKMK.

"Lantas mengkampanyekan pemanfaatan produk oleofood pada wisatawan di industry perhotelan dan UKMK.Terakhir, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat positif oleofood sawit untuk sektor pariwisata," jelasnya.

Kegiatan ini juga sekaligus membantu mempromosikan kebaikan kebaikan yang ada di sawit sehingga pengetahuan Masyarakat terhadap kebaikan sawit semakin meningkat dan tersebar luas sesuai dengan slogan Sawit Baik (Bersih, Akuntabel, Integritas dan Kesempurnaan. Sponsor utama kegiatan workshop ini adalah BPDPKS.

Hadir dalam konferensi pers terakhir Prof Dr Erliza Hambali selaku Kepala Divisi Teknologi Proses, Program Studi Teknik Industri Pertanian, IPB University dan Chef Riva Arsyad selaku Executive Chef Mesastila Resort & Spa Magelang, I Wayan Hendaryana, SIP, MAP, selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar serta Dr I Made Sudjana, SE, MM, CHT, CHA, selaku Rektor IPB Internasional dan Yuviani Kusumawardhani, SE,MSi selaku Kaprodi D4 Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor sekaligus Ketua Pelaksana Workshop.

Prof Dr Erliza Hambali menyatakan bahwa ini merupakan salah satu bentuk dalam mendukung program pemerintah mengenai hilirisasi bahan baku yang kemudian dapat menjadi nilai jual yang tinggi.

"Meskipun sawit dikenal sebagai bahan bakar, namun sawit juga tidak kalah sehat jika mengkonsumsinya. Bahkan sudah diterbitkan buku mengenai mitos dan fakta mengenai olahan turunan sawit. Serta olahan ini tidak akan merubah rasa," ungkapnya.

Peserta kegiatan workshop ini di antaranya perwakilan dari industri perhotelan, catering, pariwisata, UKMK, siswa-siswi SMK, guru, serta mahasiswa sebanyak 100 orang.

Setelah seminar yang dipaparkan oleh para ahli seperti Prof Dr Erliza Hambali dan Chef Riva. Seluruh peserta akan diberikan pelatihan untuk membuat menu makanan utama dan minuman yang berbahan dasar sawit.

Demo cooking juga dipandu oleh dosen dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor dan IPB Internasional. Peserta mendapatkan resep dari produk yang dibuat hari ini.

"Harapannya setelah kegiatan ini para peserta dapat mengembangkan produk makanan dan minuman di industrinya masing-masing dengan menggunakan bahan dari sawit sehingga dapat mengembangkan perekenomian mereka," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES