Peristiwa Daerah

Perkuat Peran PMII, Ini Pesan Penting Ning Lia Dalam Dialog Kebangsaan di Lamongan

Rabu, 15 Mei 2024 - 15:32 | 21.16k
Anggota DPD RI terpilih 2024-2029, Dr. Lia Istifhama M.E.I atau Ning Lia bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur periode 2024-2029, Aang Kunaifi saat menjadi narasumber dalam dialog kebangsaan .
Anggota DPD RI terpilih 2024-2029, Dr. Lia Istifhama M.E.I atau Ning Lia bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur periode 2024-2029, Aang Kunaifi saat menjadi narasumber dalam dialog kebangsaan .

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – PMII adalah ruang membangun dialektika dan retorika. Itulah salah satu pesan penting yang disampaikan Dr. Lia Istifhama M.E.I atau Ning Lia saat menjadi narasumber dalam dialog kebangsaan bertema 'Meneguhkan Kehadiran PMII dalam Dimensi Kemanusiaan Lamongan' dan Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Lamongan periode 2024-2025 di Gedung KORPRI Kabupaten Lamongan. 

Tak sendiri, anggota DPD RI Jawa Timur terpilih periode 2024-2029 tersebut menjadi narasumber bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur periode 2024-2029,  Aang Kunaifi serta Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi.

Kepada TIMES Indonesia, Ning Lia menjelaskan beberapa hal diantaranya adalah makna PMII baginya.

“PMII bagi saya merupakan ruang membangun dialektika dan retorika. Menjadi seorang leader, politisi ataupun ruang publik lainnya, tak lepas dari skill untuk menjadi homo rhetoricus, yaitu mampu speak up dan mengutarakan gagasan. Dan PMII wadah yang sangat mendukung itu, bagaimana sebuah gagasan jangan dipendam, tapi sampaikan," Kata Ning Lia, Rabu (15/5/2024).

Lebih lanjut, Ning Lia berpesan pentingnya gen Z (anak muda red) untuk tampil depan publik.

“Bagi adek-adek atau lebih tepatnya GenZ, ayo selalu berani tampil depan publik. GenZ ayo beraksi. Sampaikan gagasan dan karya kalian. Sampaikan karena menjadi pendengar yang baik, tak selamanya baik. Dengan hanya diam, maka kamu hanya akan menunda kerja kreatif dan inovatif yang sudah lama terpendam dalam pikiranmu,” pesannya.

Tak lupa, aktivis yang dikenal dengan tagline CANTIK atau cerdas, inovatif, dan kreatif itu menjabarkan potensi Lamongan dalam sudut pandangnya.

Dialog-Kebangsaan-2.jpg

“Lamongan memiliki potensi SDM yang sangat kuat dan tangguh. Cerdas mengelola lahan misalnya, bagaimana sebuah lahan bisa menjadi tambak sekaligus sawah pada waktu bergantian," Jelasnya.

“Oleh sebab itu, PMII Lamongan sangat dibutuhkan tangan dan ide kreatifnya memajukan Lamongan. Banyak potensi wisata dan kuliner yang harus dikuatkan sebagai identitas lokal menarik. Ada wingko babat yang hangat di perkotaan, olahan ikan yang segar di wilayah pesisir, dan nasi boran. Tinggal kemasan promo melalui beragam sosial media yaitu menunjukkan bersihnya kuliner dan penyajian yang instagramable, saya kira akan sangat kuat menunjang wisatawan.” sambung keponakan Hj. Khofifah Indar Parawansa tersebut.

Ning Lia menegaskan agar PMII selalu memperkuat modal sosial dan kaderisasi.

“Sampai saat ini, kita semua tahu bahwa PMII selama ini sangat mampu menunjukkan sebuah modal sosial yang kuat. Jejaring sosial terbangun sangat kuat bahkan menjadi sebuah institution as a relative, yaitu relasi kelembagaan seperti keluarga, meski tidak sedarah. PMII menunjukkan dukungan antar sesama kader, terutama dari senior pada yunior untuk berkiprah aktif di berbagai ruang publik. Ini alasan penting mengapa kemudian PMII mampu memberikan ruang yang nyaman menyiapkan calon pemimpin, syubbanul yaum rijalul ghod," ucapnya.

“Yang terpenting, bagaimana dunia digital dibaca secara cerdas, jangan terpental. Dalam arti jangan sampai terjebak dalam pengaruh negative perkembangan zaman ataupun telat beradaptasi. Melainkan, aplikasikan contingency theory bahwa tidak ada cara yang paling baik untuk memimpin, kecuali beradaptasi pada situasi dan kondisi. Dalam digital misalnya harus mampu melakukan molekularisasi dan mengkonvergensikan tiga sektor industri, yaitu: computing, communications, dan content,” pungkas Dr. Lia Istifhama.

Sementara, Aang yang memiliki istri orang Lamongan memberikan pesan kepada kader PMII agar tetap memiliki sopan santun.

“Sebagai orang pergerakan dan bagian agent of change, maka jadilah anak muda yang tetap memiliki sopan santun dan disiplin. Jangan bermalas-malan dan tetap melebur mencari ilmu dari kawan senior bahkan dari lintas organisasi,” tegas Ketua KPU Jatim ini.

Pesan khusus pun disampaikannya terkait kemajuan Lamongan.

“Kalau ingin memajukan Lamongan, maka fokus selesaikan masalah yang ada. Disini masalahnya apa saja? Coba benahin sebagai bagian dari warga muda Lamongan. Membangun harus dari akar masalah. Yang pasti banyak potensi di Lamongan, salah satu yang utama wisata religi," pungkas Aang.

Diketahui dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Terpilih PKC PMII Jawa Timur Baijuri, Muhammad Rohim Hidayatullah selaku Ketua Bidang Penataan Aparatur Organisasi PB PMII, seniman Lamongan Narto Widodo dan Ketua PD BKMM DMI Lamongan Nyai Hj Nurotun Mumtahanah.

Sebagai Ketua PMII Jatim, Baijuri dalam sambutannya mengapresiasi pelantikan PMII Lamongan sebagai bentuk dukungan tumbuhnya potensi pemuda di Jatim, khususnya Lamongan.

Bukan hanya melantik Maulana Rohis Putra sebagai Ketua PC PMII Lamongan dan Ike Nurul sebagai Ketua Kopri, tapi acara tersebut sekaligus dilangsungkan dialog kebangsaan bertema “Meneguhkan Kehadiran PMII dalam Dimensi Kemanusiaan Lamongan" (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES