Peristiwa Daerah

Dinkop Jatim Gandeng Marketplace, Bekali UMKM Ilmu Pemasaran Digital

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:25 | 15.31k
Para pelaku UMKM saat mendapat materi strategi berjualan melalui video pendek di platform media sosial, Rabu (15/5/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Para pelaku UMKM saat mendapat materi strategi berjualan melalui video pendek di platform media sosial, Rabu (15/5/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur (Dinkop dan UKM Jatim) menggelar pelatihan digital marketing bagi para pelaku UMKM.

Pelatihan tersebut menggandeng platform marketplace Tokopedia dan TikTok. Banyak materi seputar strategi penjualan online dan konten digital yang diberikan.

Tokopedia dan TikTok lewat Shop | Tokopedia membekali UMKM Surabaya dengan materi edukatif.

Kepala Dinkop Jatim Andromeda Qomariah mengungkapkan apresiasi atas kolaborasi ini.

"Alhamdulillah dengan adanya kolaborasi dengan marketplace, UMKM Jatim lebih melek digital," terang Andromeda, Rabu (15/5/2024).

Berdasarkan data pada tahun 2021, ada 42 persen UMKM yang melek digital dan meningkat menjadi 46 persen pada tahun 2022. 

"Sekarang angkanya sudah sekitar 69,08 persen," kata Andromeda.

Maka, ia berharap kerja sama itu dapat terus berkelanjutan guna membantu para pelaku usaha kecil mengembangkan bisnisnya secara komprehensif.

Bukan hanya seputar bidang pemasaran digital saja, tetapi juga produksi berbasis digital hingga literasi penyusunan laporan keuangan digital. 

"Untuk keuangan digital UMKM masih sekitar 10 persen, kemudian kalau dari produksi masih sekitar 30,92 persen. Saya rasa kalau kerja sama ini akan ditingkatkan ke depan, saya berharap paling tidak ada keseimbangan antara pemasaran digital, proses produksi dan keuangan," ungkap Andromeda lebih lanjut.

Keseimbangan antara promosi, produksi, dan literasi penyusunan laporan keuangan digital dinilai akan sangat berpengaruh dalam pengembangan produk milik UMKM. 

Andromeda-Qomariah.jpgKepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Andromeda Qomariah menerima cinderamata dari Head of Communications Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan, Rabu (15/5/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Karena dengan adanya penyusunan laporan keuangan digital, UMKM akan semakin teratur dalam melakukan pencatatan. 

"Selama ini masih campur aduk antara keuangan pribadi dengan hasil penjualan," sambungnya.

Dengan penyusunan laporan keuangan digital pula, UMKM bisa memanfaatkan keuntungan untuk mengembangkan usaha dan lebih mudah mengakses modal perbankan.

UMKM bisa mengakses perbankan berdasarkan rekam jejak perkembangan usaha dan aliran dana keluar masuk.

"Kami sekarang juga lagi getol bagaimana melatih UMKM melakukan penyusunan laporan berbasis digital," tandasnya.

Andromeda menambahkan jika kerja sama dengan Tokopedia juga akan merambah program tersebut untuk melengkapi strategi pemasaran digital. Sekaligus materi terkait cara-cara  membangun branding. Sebab, jumlah UMKM di Jatim sangat banyak. Berdasarkan data BPS, total UMKM di Jatim berjumlah 9,78 juta.

Produk UMKM sendiri telah menyumbang 58,36% terhadap Produk Domestik Regional (PDRB) provinsi pada tahun 2022. 

Sementara, Kota Surabaya memberikan kontribusi paling besar dalam distribusi nilai tambah koperasi dan UMKM di Jawa Timur, yakni Rp215,3 miliar. 

Guna mendukung upaya peningkatan daya saing bisnis UMKM itulah, Tokopedia dan TikTok lewat Shop | Tokopedia mengadakan pelatihan dan workshop bagi para UMKM Surabaya.

Kegiatan pelatihan dan workshop untuk UMKM Surabaya mengusung tema 'Upgrade Skill bersama Tokopedia dan TikTok: Selalu Untung lewat Digital'.

Head of Communications Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka peningkatan kapasitas pelaku usaha di Jawa Timur.

“Tokopedia bersama mitra strategis, termasuk pemerintah, terus berkomitmen mendukung peningkatan kemampuan berusaha para pelaku UMKM Surabaya dan Jawa Timur, salah satunya dengan mengadakan kegiatan pelatihan dan workshop," katanya.

Saat ini, ada sekitar 21 juta penjual, termasuk dari Surabaya dan Jawa Timur, yang telah bergabung di Tokopedia dan Shop | Tokopedia dalam aplikasi TikTok. 

"Kami berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan platform digital, seperti Tokopedia dan Shop | Tokopedia dalam aplikasi TikTok untuk mengembangkan usahanya," jelasnya.

Para pelaku UMKM bisa mendapatkan berbagai pengetahuan tambahan dari beragam topik yang relevan dan ramah pemula seputar pengembangan usaha.

Mulai dari tips dan trik strategi penjualan lewat Tokopedia, cara melakukan promosi yang efektif di TikTok, hingga taktik pembuatan konten video atau live streaming agar bisa mendapatkan hasil yang optimal.

Selain itu, Tokopedia bersama TikTok lewat Shop | Tokopedia juga terus mengusung kampanye Beli Lokal, yang dapat ditemukan baik di aplikasi Tokopedia maupun Shop | Tokopedia pada aplikasi TikTok, sehingga UMKM lokal termasuk dari Surabaya dan Jawa Timur, dapat memperluas jangkauan ke seluruh Indonesia.

Antusiasme masyarakat terhadap kampanye Beli Lokal menciptakan dampak positif pada penjualan para pelaku UMKM lokal. 

"Pelaku usaha di Surabaya, termasuk UMKM lokal, yang mengikuti kampanye Beli Lokal mengalami rata-rata kenaikan transaksi hampir 1,5 kali lipat jika dibandingkan dengan periode sebelum mengikuti Beli Lokal,” kata Aditia.

Data internal Tokopedia juga mencatat adanya peningkatan volume pesanan 2,5 kali lipat yang terjadi pada kampanye Beli Lokal di Shop | Tokopedia dalam aplikasi TikTok pada Februari 2024 jika dibandingkan rata-rata volume pesanan pada September 2023.

“Lewat berbagai kolaborasi dan inovasi yang telah dilakukan bersama, Tokopedia dan TikTok melalui Shop | Tokopedia berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap ekosistem UMKM lokal, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bisnis, dan pada akhirnya, menjadikan UMKM lokal menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia,” kata Aditia di sela acara workshop di Kantor Gubernur Dinkop dan UKM Jatim. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES