Peristiwa Daerah

Kompak! Sinergi Duet Mbak Estu-Sugiat Tangani Pintu Dam Karet Jatimlerek yang Jebol

Kamis, 16 Mei 2024 - 16:29 | 22.03k
Mbak Estu DPR RI F-PDI Perjuangan dan Sugiat Pj. Bupati Jombang saat meninjau Dam Karet Jatimlerek yang jebol di Desa Jatimlerek, Plandaan, Jombang, Kamis (16/5/2024). (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)
Mbak Estu DPR RI F-PDI Perjuangan dan Sugiat Pj. Bupati Jombang saat meninjau Dam Karet Jatimlerek yang jebol di Desa Jatimlerek, Plandaan, Jombang, Kamis (16/5/2024). (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Sinergi antara Sadarestuwati atau Mbak Estu Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan dengan Pj. Bupati Jombang Sugiat (Mbak Estu-Sugiat) semakin kompak dalam menangani pintu Dam Karet Jatimlerek yang jebol di Sungai Brantas yang terletak di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Kamis (16/5/2024).

Wakil rakyat dan pejabat publik asal kota santri ini langsung meninjau lokasi. Melihat kondisi Dam Karet yang jebol tersebut, mereka berdua juga berkoordinasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bratas agar segera ditangani.

Salah satu pintu yang jebol dari Dam Karet Jatimlerek yakni berada di ujung atau pintu enam. Akibat dari jebolnya Dam Karet itu, setidaknya 1.300 hektare sawah di dua kecamatan yakni Ploso dan Plandaan ikut terdampak kekurangan air untuk pertanian.

“Satu minggu yang lalu saya diinformasikan oleh Dinas Pertanian Jombang bahwa Dam Karet Jatimlerek terjadi kebocoran. Sehingga air tidak bisa untuk irigasi ke petani. Kemudian saya langsung menghubungi Kepala BBWS Brantas untuk segera menangani untuk sementara waktu,” kata Mbak Estu kepada awak media, Kamis (16/5/2024).

Untuk itu, Mbak Estu merekomendasikan agar Dam Karet Jatimlerek untuk direhabilitasi secara total pada tahun anggaran 20225 mendatang. Pihaknya juga mengapresiasi pemerintah yang merespon cepat keluhan para petani.

“Kami usulkan agar tahun 2025 direhabilitasi dengan total. Untuk sementara sudah ditangani secara darurat dengan menggunakan pompa air meskipun belum bisa maksiman. Setidaknya bisa mencukupi kebutuhan air untuk para petani,” ujarnya.

Senada dengan Mbak Estu, di lokasi yang sama Sugiat juga mendorong agar jebolnya Dam Karet Jatimlerek agar segera ditangani. Sebab, menurutnya ini akan berdampak besar bagi para petani.

“Ini bukan hanya tanggungjawab dari Pemerintah Daerah, maka kemarin saya juga langsung berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera ditangani mengingat dampaknya ke petani langsung,” paparnya.

Menurutnya, Jombang sebagai lumbung pangan yang menduduki peringkat 11 di Jawa Timur. Persoalan seperti ini tidak bisa disepelekan dan harus segera ditangani.

“Ini harus segara ditangani secara cepat. Sesuai dengan amanah dari masyarakat bahwa dalam 100 hari kerja saya, masyarakat butuh pemimpin yang tegas, amanah dan responsif. Ini bentuk dari responsif kami,” tegasnya.

Sementara itu, Hendra Ahyadi Kepala BBWS Bratas tak menampik atas jebolnya Dam Karet Jatimlerek. Menurutnya, usia pembangunan yang sudah tua membuat benturan material yang tak bisa dihindarkan hingga terjadi kebocoran.

“Untuk itu, insyalloh tahun depan bisa dilakukan penggantian secara utuh. Tahun ini kami berkomitmen melakukan desainnya,” ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES