Advertisement
Peristiwa Daerah

Lomba Burung Perkutut se-Jawa Timur Digelar di Probolinggo, Angkat Tradisi dan Kepercayaan Kejawen

Demi melestarikan burung yang identik dengan kepercayaan kejawen dan hal gaib itu, para pecinta burung di Probolinggo menggelar Lomba Burung Perkutut se-Jawa Timur di lap ...

TIMES Indonesia,
Lomba Burung Perkutut se-Jawa Timur Digelar di Probolinggo, Angkat Tradisi dan Kepercayaan Kejawen
Ilustrasi burung perkutut. (Foto: Pixabay)
A-AA+

PROBOLINGGO Demi melestarikan burung yang identik dengan kepercayaan kejawen dan hal gaib itu, para pecinta burung di Probolinggo menggelar Lomba Burung Perkutut se-Jawa Timur di lapangan Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Minggu (19/5/2024).

Acara yang digelar sejak pagi ini berhasil menarik animo para penggemar perkutut di Jawa Timur, dengan total 900 peserta dari berbagai daerah seperti Probolinggo, Kediri, Jember, Lumajang, Madiun, hingga Surabaya.

Advertisement

Burung perkutut dikenal memiliki hubungan dengan hal mistis, sehingga sebelum lomba dimulai, panitia melakukan ritual khusus.

Ritual tersebut bertujuan untuk menghilangkan penggunaan praktik perdukunan atau ilmu hitam dalam memenangkan burung tertentu.

Beberapa kelas yang diperlombakan dalam lomba ini antara lain Gacoran Poin 50, Gacoran Poin 75, Gacoran Poin 150, Gacoran Poin 200, Gacoran VIP, Gacoran A, dan Gacoran Bebas.

Penyelenggara lomba, Abu Hasan, menyatakan jika lomba ini digelar untuk menaikkan kualitas jenis perkutut lokal agar semakin digemari, karena menurut nenek moyang, burung tersebut dapat mendatangkan rezeki dan keselamatan.

“Perkutut jenis lokal saat ini banyak digemari. Harapannya perkutut lokal ini semakin digemari,” ujar Abu Hasan.

Advertisement

Penilaian lomba perkutut didasarkan pada durasi bunyi selama 20 menit, dengan poin maksimal di setiap kelas. Selain itu, suara burung dinilai dari suara depan, tengah, ujung, irama, dan dasar suaranya.

Wilda Arka Bagus, peserta asal Blitar, dan Ramayanan, peserta asal Pasuruan, mengungkapkan jika mereka tidak melakukan persiapan khusus untuk mengikuti lomba ini, selain pemberian jamu dan latihan rutin.

“Tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti perlombaan di Probolinggo,” ujar Wilda Arka Bagus. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ryan H
PenulisRyan HJurnalis yang meliput, peristiwa, politik, hukum, pemerintahan, seni, budaya, hingga isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia