Debit Air Terus Turun, Ribuan Petani di Glagah Banyuwangi Terancam Tak Bisa Bercocok Tanam
Debit air irigasi di wilayah Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, terus menurun. Akibatnya, ribuan petani terancam tak bisa bercocok tanam. ...

BANYUWANGI – Debit air irigasi di wilayah Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, terus menurun. Akibatnya, ribuan petani terancam tak bisa bercocok tanam.
Kondisi tersebut tentunya bakal berimbas buruk pada status ketahanan pangan serta label lumbung pangan yang disandang Banyuwangi, selama ini.
Keadaan darurat sektor pertanian itu disampaikan Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Gabungan Tirtosari, Kecamatan Glagah, Slamet Santoso. Menurutnya, penyebab penurunan debit air irigasi diduga imbas adanya aktivitas pergantian komoditas tanaman perkebunan diwilayah Kalibendo, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah.
Pergantian komoditas tanaman perkebunan dimaksud adalah, dari tanaman keras, yang bisa menyerap air tanah lebih optimal ke tanaman musiman yang rata-rata berakar serabut.
“Kalibendo itu pusat sumber mata air, khususnya DAS (Daerah Aliran Sungai) Saniman Diman. Mulai dari Kampung Anyar, Taman Suruh, Glagah, Kenjo, Olehsari, sampai Banjarsari dan Rejosari,” katanya, Rabu (22/5/2024).
Sejak beberapa bulan lalu, lanjut Slamet, debit air irigasi di wilayah Kecamatan Glagah, terus menurun. Bahkan untuk mengairi petak sawah didaerah hilir, bisa memakan waktu hingga 3 hari lebih. Padahal sebelumnya, tidak sampai sehari sudah penuh.
“Jika tidak ada air, para petani kan jelas tidak bisa tanam. Swasembada pangan bisa terancam,” cetusnya.
Sebagai Ketua HIPPA Gabungan Tirtosari, Kecamatan Glagah, Slamet mengaku telah melaporkan keluhan petani pemilik ratusan hektar sawah di daerah setempat ke Juru Pengairan, Dinas PU Pengairan Banyuwangi. Namun, hingga kini belum ada tindaklanjut yang kongkrit.
Jika tetap tidak ada tindaklanjut, lanjut Slamet, pihaknya akan bersurat ke Dinas PU Pengairan Banyuwangi dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
“Untungnya saat ini masih tertolong air hujan, sehingga debit air irigasi masih lumayan. Kemarin saya sempat ketar-ketir, kalau sampai gak ada hujan bisa gak bisa tanam, karena debit air irigasi sangat kecil,” paparnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


