Advertisement
Peristiwa Daerah

Ketapang Night Culture Festival, Upaya Meningkatkan Perekonomian Warga Kota Probolinggo

Ketapang Night Culture Festival digelar meriah oleh Kelurahan Ketapang, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (22/05/2024). Diikuti oleh 500 warga, acara yang berlangsung di ...

TIMES Indonesia,
Ketapang Night Culture Festival, Upaya Meningkatkan Perekonomian Warga Kota Probolinggo
Tampilan Busana Carnival dalam Ketapang Night Culture Vestival Kota Probolinggo. (Foto: Agus Raja For TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Ketapang Night Culture Festival digelar meriah oleh Kelurahan Ketapang, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (22/05/2024). Diikuti oleh 500 warga, acara yang berlangsung di malam hari ini menyedot perhatian masyarakat.

Ketapang Night Culture Festival ini digelar di sepanjang jalan Perumahan Kopian, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, dengan menggandeng semua elemen masyarakat dan memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) setempat.

Advertisement

Panggung megah berdiri menghadap sisi utara, seraya menyambut kedatangan tamu undangan, yaitu PJ Wali Kota Probolinggo Nurkholis beserta Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Rachmadeta Antariksa.

Lurah Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Erwan Wicaksono mengatakan, Ketapang Night Culture Festival ini merupakan agenda tahunan yang akan terus digelar. 

“Acara ini, setiap tahun kami gelar. Sebelumnya, ada petik laut pantai Takad, kemudian Pawai seni budaya di perumahan Bromo, dan sekarang Ketapang Night Culture Festival. Dan insyaAllah, tahun berikutnya kita gelar acara serupa dengan tema yang berbeda, ujar Erwan. 

Ketapang Night Culture Festival ini terlaksana murni dari swadaya masyarakat dan juga Dana Kelurahan (Dakel).

Tampilan-Busana-Carnival-dalam-Ketapang-Night-Culture-a.jpg
Atraksi pencak silat dari Persaudaraan OCC Pangastuti Probolinggo. (Foto: Sri Hartini/TIMES Indonesia)

Pj Wali Kota Probolinggo dalam sambutannya berharap gelaran Ketapang Night Culture Festival ini dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi warga serta membawa dampak positif dalam meningkatkan perekonomian warga.  

“Semoga acara ini membawa dampak positif,  bukan hanya menunjukkan seni dan budaya, tapi juga memberdayakan UMKM yang menjual berbagai macam produk lokal. Dengan begitu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Pj Wali Kota Nurkholis. 

Tepat pukul 19.30 WIB, acara dibuka dengan penampilan tari Gambir Anom, dilanjutkan dengan peragaan busana batik bertema "Pelangi Batik Kopian Barat."

Kain batik yang ditampilkan dalam peragaan busana ini merupakan karya warga Kopian Barat, dengan beragam corak dan warna mencolok seperti pelangi.

Dilanjutkan dengan atraksi pencak silat dari Persaudaraan OCC Pangastuti Probolinggo, yang menampilkan sejumlah atraksi, termasuk kekuatan fisik seperti menghancurkan genting dan mematikan obor, serta uji ketangkasan.

Selain itu, ada juga Animal Lovers Probolinggo yang memperlihatkan koleksinya berupa reptil dan unggas.

Tampilan-tampilan apik berbasis seni budaya lokal juga dipamerkan, seperti atraksi kungfu, Kera Sakti, peragaan busana dari daur ulang plastik, pertunjukan kolosal Yuyu Kangkang, dan tampilan fashion etnik budaya Nusantara.

Tak kalah menarik, di akhir acara terdapat pertunjukan seni ogoh-ogoh yang diiringi oleh musik daul khas Ketapang di atas kereta kencana.

Tampak Pj Wali Kota Nurkholis sangat antusias melihat acara tersebut, dan tidak sungkan berbaur bersama warga dengan turut menaiki kereta kencana. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sri Hartini
PenulisSri HartiniBergabung di TIMES Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, seni, budaya dan isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia