Peristiwa Daerah

Peringati Harlah Ke-90, Ansor dan Peserta Festival Bantengan Bersalawat di Pantai Balekambang

Sabtu, 25 Mei 2024 - 11:09 | 455.38k
Suasana salawatan saat pembukaan Festival 1000  Bantengan yang digelar dalam rangka Harlah GP Ansor ke-90, di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang, Sabtu (25/5/2024). (Foto: Hendra Aditya/TIMES Indonesia)
Suasana salawatan saat pembukaan Festival 1000 Bantengan yang digelar dalam rangka Harlah GP Ansor ke-90, di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang, Sabtu (25/5/2024). (Foto: Hendra Aditya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Pagi yang cukup hangat di kawasan Pantai Balekambang Kabupaten Malang, sudah dipenuhi pengunjung, Sabtu (25/5/2024). Pantai diselimuti suasana relijius lewat lantunan salawat oleh ribuan orang.

Dengan  khidmat, lantunan syair salawat ini pun cukup terasa menyejukkan hati, dipandu dari panggung utama, diikuti anggota dan kader  Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang. 

Pada kesempatan yang sama, ratusan orang yang tergabung dalam kelompok peserta Festival 1.000 Bantengan, yang berada di depan panggung juga tampak ikut serta. 

Pembacaan salawat tawasul bersama-sama ini dilakukan sebagai rangkaian pembukaan, sebelum beberapa sambutan. Sambutan disampaikan Ketua PC Lesbumi NU Kabupaten Malang, Abdul Aziz Syafi'i.

Festival-1000--Bantengan.jpgPeserta Festival 1.000 Bantengan GP Ansor Kabupaten Malang antusias mengikuti ajang festival sekaligus silaturahmi seniman bantengan, di Pantai Balekambang, Sabtu (25/5/2024). (Foto: Amin/TIMES Indonesia)  

Dilanjutkan sambutan Ketua PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi, sekaligus membuka secara resmi Festival 1.000 Bantengan di Pantai Balekambang, pagi ini. 

"Saya merasa terenyuh dan terharu, menyaksikan lantunan salawat di forum seperti ini, dengan hadirin sekalian. Mudah-mudahan kegiatan yang kita laksanakan hari ini mendapatkan ridla Allah SWT," ujar Fatkhurrozi dalam sambutannya, Sabtu (25/5/2024). 

Gus Rozi menyatakan, Bantengan sejantinya kesenian mulia dan punya makna filosofis luhur. Namun, seperti yang menjadi keresahan para seniman, sedikit demi sedikit kesenian ini mengalami pergeseran nilai saat ditampilkan.

Festival-1000--Bantengan-a.jpgPeserta Festival 1.000 Bantengan GP Ansor Kabupaten Malang antusias mengikuti ajang festival sekaligus silaturahmi seniman bantengan, di Pantai Balekambang, Sabtu (25/5/2024). (Foto: Amin/TIMES Indonesia)  

"Saya yakin, kita semua tidak mau, tidak sepakat, ketika Bantengan mengalami pergeseran nilai luhurnya," tandasnya.

"Karena itu pula, kami GP Ansor Kabupaten Malang hadir di tengah-tengah panjenengan semua, sebagai saudara, sebagai mitra, untuk bersama-sama membangkitkan Bantengan kembali sesuai pakem dan marwahnya. Setuju?" kata Fatkhurrozi, diamini serentak seniman dan peserta festival banteng. 

Sebelum memulai atraksi festival, dinyanyikan bersama-sama lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan nyanyian Ya lal Wathan. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES