Peristiwa Daerah

Turis Asing Minta Maaf Setelah Melakukan Tindakan Tidak Pantas di Bromo

Jumat, 31 Mei 2024 - 09:56 | 36.78k
Tiga WNA meminta maaf atas perbuatannya. (Foto: Humas for TIMES Indonesia)
Tiga WNA meminta maaf atas perbuatannya. (Foto: Humas for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Aksi tak terpuji yang dilakukan tiga warga negara asing (WNA) di kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi viral di media sosial.

Dalam foto yang beredar, terlihat dua wanita dan satu pria WNA memperlihatkan pantat mereka di atas jeep merah dengan latar belakang Lembah Widodaren di Kabupaten Pasuruan.

Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana, melalui Kapolsek Sukapura, AKP Jamhari, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden itu terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

"Setelah foto tersebut viral di media sosial, kami segera memanggil tiga WNA beserta sopir jeep untuk memberikan klarifikasi," ungkap AKP Jamhari, Jumat (30/5/2024).

Mereka mengakui kesalahan mereka, meminta maaf, dan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Rombongan WNA yang terdiri dari 16 orang berangkat dari Malang untuk tur wisata di Jawa Timur pada Rabu (29/5/2024).

Keesokan harinya sekitar pukul 05.00 WIB, enam orang WNA memasuki pintu Cemoro Lawang menggunakan jeep dengan nomor polisi B 2266 IM warna putih dan jeep D 1028 VCI warna merah. 

Mereka mengunjungi Penanjakan 1, Lembah Widodaren, dan Kawah Gunung Bromo.

Sekitar pukul 08.30 WIB, rombongan WNA meminta untuk berfoto di Lembah Widodaren. Tiga dari mereka kemudian naik ke jeep merah dan berpose tidak senonoh, membuka celana mereka untuk difoto oleh sesama WNA.

"Aksi tersebut diam-diam difoto oleh sopir jeep, R, yang kemudian menyebarkannya ke grup WhatsApp sopir jeep hingga akhirnya viral di media sosial," lanjut Jamhari.

Sementara itu, Kepala Desa Ngadisari, Sunaryono, menyayangkan kejadian tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

"Kami sangat menyesalkan tindakan WNA yang berpose tidak senonoh di kawasan yang disakralkan oleh masyarakat Tengger," ujar Sunaryono.

Ia juga berharap para pemandu tur memberikan pemahaman kepada wisatawan asing agar menghormati adat dan budaya setempat.

Selain itu, Sunaryono mengingatkan para sopir jeep Bromo agar tidak sembarangan mengambil gambar atau video dan menyebarkannya di grup WhatsApp.

"Jika foto-foto tersebut viral, hanya akan menimbulkan keresahan dan mencoreng citra kawasan wisata Gunung Bromo," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ryan Haryanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES